Figur  

Sosok Perempuan Pekerja Tambal Ban

Ibu Monika Nida Lado, pekerja tambal ban dari desa Letekonda (gambar pribadi, Pasola Pos)

Letekonda, PP- Ibu Monika Nida Lado sosok wanita hebat dikalangan orang terpinggirkan yang sanggup memenuhi kebutuhan keluarganya dengan bekerja sebagai tukang tambal ban.

Kesehariannya ia kerja bertani dan tambal ban. Hidup ditengah keluarga yang serba keterbatasan, terketuk hati Ibu Monika untuk bekerja ekstra menghidupkan keluarganya. Ia bekerja menggantikan suaminya yang sudah lama sakit. Suaminya dulu juga bekerja sebagai tukang tambal ban. Tempat tambal mereka belum dilapisi gedek atau tutupan, masih terbuka saja. Hal yang paling berkesan untuk diingat adalah pompa angin yang sifatnya masih manual dan belum menggunakan mesin kompresor untuk mengisi angin.

Sosok pekerja keras, tidak kenal lelah, tak peduli wajah kusam yang penting kerja, kerja dan kerja. Lelah dan capai memang dua hal yang tidak terlepas dari diri kita ketika bekerja, apalagi kerja ekstra. Tidak peduli mau dikata apa, selagi bekerja dari hati dan maksud dengan tujuan yang baik pasti ada hikmahnya.

Tergambar jelas dari sosok Ibu Monika, sosok yang menginspirasi bagi banyak orang dan khususnya wanita. Gengsi hanyalah penghambat baginya. Tak banyak orang khususnya wanita yang berprofesi sebagai tukang tambal ban seperti Ibu Monika. Jalani profesi sebagai tukang tambal sejak tahun 2004 sampai sekarang bukanlah waktu yang singkat jika kita bayangkan.

“Suami dalam keadaan sakit dan anak dua orang, saya harus bekerja untuk mereka” ungkapnya.

Pompa angin yang digunakan saat tambal ban
(gambar pribadi, Pasola Pos)

Berlokasi di Niri Paba, desa Letekonda, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Ibu Monika tinggal bersama dua orang anak dan suaminya dan berprofesi sebagai petani dan tukang tambal ban.

Wanita berhati mulia dan tulus untuk menghidupkan keluarga khususnya anak-anak yang masih membutuhkan dampingan dan asuhan. Kedekatan sosok Ibu terhadap keluarga memang sangat diharapkan. Wanita dituntut untuk mampu membimbing anak menjadi pribadi yang unggul kedepannya.

Dalam perbincangan saat itu, sempat Ibu Monika mengatakan pemerintah desa kurang memperhatikan.

D/d****

Tinggalkan Balasan