Rekonstruksi Ulang Kasus Pembunuhan Kakak Bunuh Adik,Kelurahan Langalero,di Polres SBD

Rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Polres Sumba Barat Daya terhadap Pelaku Pembunuhan Kakak ke Adik.

TAMBOLAKA – PASOLAPOS.COM || Polres SBD menindaklanjuti dengan melakukan rekonstruksi terhadap kasus pembunuhan yang terjadi Di kelurahan Langalero pada rabu, (10/7/2024) lalu.

 

 

Rekonstruksi yang dilaksanakan di halaman samping polres SBD memiliki sebanyak 30 adegan, pada (24/7/2024).

 

Dalam rekonstruksi tersebut polres SBD telah mengambil keterangan dan memanggil sejumlah 10 orang saksi serta 2 orang tersangka yang akan memperagakan proses terjadinya pembunuhan terhadap korban Hendrikus Bulu.

 

Diketahui Bernardus Bulu sebagai pelaku utama, dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Sementara, Paulus Nuru disangkakan pasal 135 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.

 

 

Dalam peristiwa tersebut korban terlebih dahulu mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh Paulus Nuru dengan memukul sebanyak satu kali terhadap wajah korban.

 

Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya Iptu Yosafat Here, S.I.K.

Kasat Reskrim Polres SBD Iptu Yosafat Here, S.I.K menyampaikan bahwa sejauh dalam pengambilan keterangan terhadap saksi, kasus tersebut secara spotan terjadi.

 

 

“Sejauh yang kami periksa dan keterangan yang ada, sebenarnya tidak ada faktor lain. Disitu spontan terjadi,” Ujar Kasat Reskrim Polres SBD, Iptu Yosafat Here, kepada PasolaPos.com

 

 

Lebih lanjut kasat Reskrim polres SBD menyampaikan bahwa korban dan pelaku memiliki hubungan saudara.

 

“Pelaku ini masih ada hubungan saudara. Pelaku utama itu kakak paling sulung sedangkan pelaku penganiayaan merupakan kakak yang kedua. Sebelum ditikam, korban sempat dianiaya,” Ucap Yosafat.

 

Terakhir Iptu Yosafat Here, S.I.K, menyampaikan bahwa kasus tersebut terjadi karena dipengaruhi miras sehingga terjadi miskomunikasi.

 

“Waktu kerjadian itu dipengaruhi miras, karena waktu itu ada acara keluarga sehingga terjadi miskomunikasi antara keluarga yang saling tegur menegur sehingga terjadi penganiayaan dan penikaman. Korban sempat dilarikan ke RS Karitas tapi tidak tertolong,” Tutupnya.

 

 

(Red…Frend Ghoghi)

Tinggalkan Balasan