PASOLAPOS.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecam keras tindakan pelecehan verbal yang dilakukan oleh Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) terhadap seorang jurnalis.
Ketua PWI NTT, Ferry Djahang, dalam pernyataan resminya yang diterima Pasolapos.com, pada Rabu, 11 Juni 2025, menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak hanya mencederai profesi jurnalis, tetapi juga terkesan sebagai bentuk penghalang-halangan terhadap kerja jurnalistik yang tengah berupaya mengungkap dugaan penyimpangan dalam proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah tersebut.
“PWI NTT mengecam keras tindakan pelecehan verbal yg dilakukan ketua DPD Perindo Sumba Barat Daya,” tegas Ferry.
PWI NTT juga menyerukan kepada seluruh jurnalis di Sumba Barat Daya untuk tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan tidak gentar dalam mengungkap berbagai fakta di balik proses rekrutmen PPPK hingga tuntas.
Lebih lanjut, Ferry Djahang mendesak Ketua DPD Perindo SBD untuk secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang telah dilakukan, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan etika dalam kehidupan publik.
PWI NTT menegaskan bahwa kebebasan pers harus dijaga dan dilindungi oleh semua pihak demi terciptanya pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Kepada ketua DPD perindo untuk secara terbuka menyampaikan permintaan maaf,” pungkasnya.












