PASOLAPOS.COM,MANANGA ABA,LOURA== Pemandangan berbeda terlihat di kawasan pesisir Pantai Mananga Aba.Kepedulian akan lingkungan Demi Selamatkan Pohon Cemara Berusia 2 Abad dan Pantai Mananga Aba, Langkah Swadaya Aloysius Purwa sebagai pemilik hotel Mario mempunyai keinginan jika terjadi bencana alam termasuk abrasi pantai Mananga Aba bisa terkendali, Menurut Aloysius(20/10/2026)ketika diminta pendapatnya mengenai pemasangan tanggul,menuturkan agar dapat tertahan Laju Abrasi Massive dan tidak ada niat sedikitpun menghambat aktivitas, kebebasan sehari hari bagi masyarakat.tujuannya hanya inginkan mengatasi kerusakan dan tumbang pohon cemara,ungkapnya.
Inisiatif membangun menggunakan deretan batu-batu tersusun rapi di sepanjang bibir pantai. Susunan batu tersebut merupakan aksi nyata dan swadaya bentuk kepedulian Aloysius serta pecinta alam Sumba untuk menahan laju abrasi yang semakin mengkhawatirkan dari hari ke hari.
Penataan dan penyusunan batu ini berawal dari keprihatinan mendalam atas perubahan ekstrem garis pantai Mananga Aba. Menurut catatan, sekitar 10 tahun yang lalu, batas bibir air laut masih berjarak sekitar 25 meter dari pepohonan cemara pantai. Namun saat ini, gelombang laut telah mengikis daratan begitu jauh hingga air sampai ke pangkal pohon-pohon cemara tersebut.
Salah satu fokus utama gerakan penyelamatan ini adalah menyelamatkan keberadaan pohon cemara pantai yang diperkirakan telah berusia lebih dari 200 tahun. Pohon ber sejarah dan megah ini menjadi simbol keindahan Pantai Mananga Aba yang kini terancam ambruk akibat terkikisnya tanah tempatnya tumbuh.
Dampak Penambangan Pasir di Kawasan Sekitar
Laju abrasi yang sangat masif di Pantai Mananga Aba tidak terjadi begitu saja. Kerusakan lingkungan ini dipicu oleh aktivitas pengerukan dan penambangan pasir secara besar-besaran yang sebelumnya terjadi di kawasan sekitar, seperti Pantai Karuni serta Pantai Ramadana yang berada di sisi kanan dan kiri Mananga Aba.
Hilangnya benteng alami pasir di pantai-pantai tersebut membuat gelombang laut menghantam Pantai Mananga Aba dengan daya rusak yang jauh lebih kuat.
8 Poin Utama & Harapan Penyelamatan Pantai Mananga Aba
Melalui aksi penyusunan batu ini, menyampaikan beberapa niat baik dan tujuan utama:
A.Menyelamatkan Pohon Cemara Bersejarah: Menjaga agar pohon cemara pantai yang indah dan berusia lebih dari dua abad tersebut tidak roboh diterjang ombak.
B.Menahan Abrasi Masif: Membuat rintangan alami (breakwater sederhana) untuk mengurangi hantaman gelombang langsung ke daratan.
C:Mengembalikan Pasir Putih: Berikhtiar agar keindahan pasir putih yang menjadi kebanggaan Mananga Aba bisa perlahan kembali terlindungi dari amukan laut.
D:Memanfaat Musim Angin Februari: Mempersiapkan benteng penahan agar ketika musim angin dan ombak bulan Februari mendatang membawa endapan pasir dari laut, pasir tersebut dapat terperangkap kembali di bibir pantai dan tidak terseret jauh.
E:Wujud Cinta pada alam Mananga Aba: Menegaskan komitmen dan rasa cinta terhadap daratan Sumba serta Pantai Mananga Aba untuk terus bergotong-royong bersama penduduk lokal demi merawat lingkungan.
F:Menjaga Ruang Publik Warga: Memastikan kawasan pesisir ini tetap aman, nyaman, dan bersahabat bagi warga maupun wisatawan yang gemar memancing serta berenang.
G:Komitmen Berbuat Baik: Terus berupaya menebar kebaikan dan kontribusi positif bagi kemajuan serta kelestarian Pulau Sumba di berbagai bidang.
H:Kerendahan Hati dan Harapan: Berharap langkah swadaya dan ketulusan ini dapat diterima dengan baik serta menjadi solusi yang tepat bagi kelestarian alam setempat.
Harapan Bersama untuk Masa Depan Mananga Aba
Penyusunan batu ini dilakukan murni dengan iktikad baik dan semangat kebersamaan demi menyelamatkan aset alam Sumba yang tak ternilai harganya.Aksi penanganan abrasi ini dapat didukung penuh oleh masyarakat luas dan pihak-pihak terkait, sehingga Pantai Mananga Aba dapat kembali pulih, asri, dan indah seperti sediakala.Tandasnya.
Redaksi: PAUL.






