TAMBOLAKA,PASOLAPOS.COM=– Sebuah fasilitas sumur bor yang sejatinya dibangun untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat akan air minum di Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, kini kondisinya mengenaskan. Bukannya membawa berkah, proyek yang diduga menelan anggaran negara ini justru telantar dan berubah menjadi monumen mati yang mubazir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di sekitar Kampung Situs Adat Weetakula, fasilitas air bersih ini awalnya direncanakan untuk melayani warga yang tinggal di rumah adat Weetakula, sekaligus menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga di pesisir Pantai Waikelo. Namun, harapan warga untuk menikmati air minum bersih kini sirna.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi fasilitas yang sangat memprihatinkan. Proyek ini sama sekali sudah tidak berfungsi. Ironisnya, kaca panel surya (solar panel) yang menjadi motor penggerak pompa air tersebut kini sudah “raib dari tempatnya”. Tak hanya itu, bangunan fisik sumur bor sudah mulai keropos, kusam, dan tampak tak terurus seperti aset tak bertuan.
Anggaran Publik yang Menguap Tanpa Kejelasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti kapan proyek ini dikerjakan dan berapa total anggaran yang dihabiskan. Warga setempat mengaku tidak mendapatkan informasi transparan mengenai tahun anggaran proyek tersebut. Kendati demikian, jejak digital pembangunan terlihat jelas dari”logo Kementerian Pekerjaan Umum (PU)” yang terpampang di lokasi, mengindikasikan bahwa proyek ini didanai oleh uang rakyat melalui Dinas atau Kementerian PU.
Ketidakjelasan ini memicu kritik tajam dari masyarakat. Pemerintah terkesan hanya berorientasi pada “menghabiskan anggaran” pembangunan fisik semata, tanpa memikirkan asas keberlanjutan (*sustainability*) dan pengawasan pasca-konstruksi.
“Uang rakyat dihamburkan untuk membangun fasilitas yang akhirnya rusak dan dijarah. Di mana fungsi pengawasan pemerintah?” cetus salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Tuntutan Warga: Segera Perbaiki, Jangan Biarkan Mubazir…!
Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah maupun instansi terkait (PU) untuk tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Warga meminta pemerintah segera turun tangan melakukan evaluasi, mengusut hilangnya panel surya, dan melakukan “perbaikan total”terhadap fasilitas sumur bor tersebut.
Kebutuhan air bersih di kawasan Situs Adat Weetakula hingga pesisir Pantai Waikelo adalah hal yang krusial dan mendesak. Membiarkan fasilitas ini rusak sama saja dengan membiarkan penderitaan warga krisis air bersih terus berlanjut di tengah anggaran negara yang menguap sia-sia.
Pemerintah ditantang untuk segera mengaktifkan kembali sumur bor ini. Mengabaikannya hanya akan menegaskan bahwa proyek ini adalah bentuk kegagalan perencanaan dan pemborosan uang negara yang nyata.
Redaksi:Paul
Catatan: Hingga berita ini dirilis, pihak terkait dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) belum berhasil dikonfirmasi terkait status dan rencana tindak lanjut terhadap sumur bor yang mangkrak tersebut.*






