MISA PERDANA PATER ERWIN KELLEN.(“Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan”)
Oleh Agustinus B. Wuwur
Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat/Ketua KOMSOS
Paroki St.Petrus dan Paulus Waikabubak.
Pater Chrispinus Erwin Kellen,CSsR memimpin misa perdananya di lapangan Stella Maris SMP-SD Katolik Waikabubak pada (25/9/2026) silam. Pater Erwin mengenyam pendidikan awal di TK Santa Anna Waikabubak,Sumba Barat,NTT (2000-2002) memilih tema tahbisan “Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan” (Markus 14:14).
Misa perdana didampingi sejumlah imam dimeriahkan koor Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St.Petrus dan Paulus Waikabubak dengan dirigen Handrianus Ta dan Dewa Lahut,organis Beny Johan. Hadir umat, biarawan-biarawati,dan undangan. Pater Rano Nedi ,CSsR sebagai pengkotbah mengawali kotbahnya mengatakan Pater Erwin menjadi imam cukup susah diberi terminologi yang pas/tepat karena ”bergelombang” penuh duri,penuh getaran, berbatu, gamang,ragu bertali temali dengan kisah panggilan Erwin menjadi imam. Misa meriah ini juga dimeriahkan dengan tarian puteri-puteri dari SMP Andaluri Waingapu tambah Pater Rano.
Tiga hal yang membuat ia ragu-ragu : 1) Mulai dari tahun KPA Ivan Ziatyk di Weetebula, saat itu hanya ada 2 siswa (Erwin dan seorang teman). 2) Erwin pernah pulang ke rumah beberapa hari ke kediaman orang tuanya Bapak Marcell Kellen dan Ibu Adriana Wunda di Waikabubak. Pater Rano yakin bahwa beberapa hari Erwin kebingungan berada di rumah orang tuanya ketika ia memandang salib Yesus di rumah orang tuanya tergeraklah hatinya, akhirnya pulanglah ia ke KPA. 3). Ketika di Jawa Erwin punya hobi bertualang mendaki bukit membawa kamera dan memotret pemandangan alam,keasyikan , menyebabkan ia tidak tekun belajar namun ketika ujian ia lulus.
Ketiga hal itu membuat Erwin akhirnya tiba pada pengalaman pertobatan seperti Petrus dan Paulus di hadapan Yesus. Dan ketika praktek pastoral di Sumba Timur mengubah sikapnya,lantaran menjumpai wajah-wajah umat sederhana di pelosok-pelosok dengan fasilitas terbatas jauh dari kemajuan,ia menyapa mereka dengan ramah. Kemudian Roh Allah pun membimbingnya dan mencairkan suasana hatinya.
Berkaitan dengan tema tahbisan “ Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasih” (Matius 14:14) tentang kisah penggandaan roti dan ikan oleh Yesus, membuat orang-orang pada masa itu terpesona,lantaran Yesus memberi tanpa pamrih disertai pengorbanan. Dan itu kita kenang dalam setiap perayaan ekaristi sebagai bukti kebaikan Allah dan Kristus kepada Gereja. Dengan perayaan ekaristi kita menjadi damai, bahagia jasmani dan rohani. Pater Rano mengingatkan Pater Erwin agar memberi dari apa yang ada janganlah sekikir dalam karya pelayanan.
Pada misa perdana itu ada sambutan-sambutan yang dipandu Ibu Yunita Loku Lewa. Ketua Panitia Bapak Gabriel Wangge menyampaikan terima kasih kepada semua pihak: Bapak Uskup Weetebula ,Pater Provinsial Redemptoris Indonesia, Vikjen Keuskupan Weetebula Pater Agustinus Malo Bulu,CSsR, Bupati Sumba Barat Bapak Johanis Dade,SH bersama Ibu Ketua Penggerak PKK Sumba Barat Nyonya Martha Dade-Bili Lalo, Bupati Sumba Barat Daya Ibu Ratu Wulla Talu, Dandim 1613 Sumba Barat Bapak Letkol Inf. Ignasius Hali Sogen,SE.M.Han; Kakankemenag Sumba Barat, Bapak Bulla Nggallu,S.Pd,M.Si; pejabat dari Sumba Tengah dan Sumba Timur, anggota DPRD, Pendeta Nanda Weru,tokoh adat yang mewakili Rato Rumata Tarung, Bapak Yohanes Lango Pele, dan sejumlah pejabat dan undangan lainnya. Gabriel pun berterimakasih kepada Paguyuban : Lembata-Flores Timur (Lamaholot) dan Paguyuban Sumba yang berperan sehingga misa perdana terlaksana dengan baik. Selain itu Gabriel berpesan kepada Pater Erwin agar meneladani pater-pater senior dan mengikuti semangat pendiri Kongregasi Redemptoris St.Alfonsus. Motto tahbisan hendaknya menjadi gagasan cemerlang dalam melaksanakan pelayanan di tempat di mana pater ditugaskan, juga perhatikan semangat toleransi.
Bapak Eduard Gana mewakili keluarga, mengungkapkan patut bersyukur atas peristiwa iman pada misa perdana ,merupakan rangkaian dari tahbisan(16/9/2026) silam. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, dan memohon dukungan kepada Pater Erwin dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan Tuhan.
Romo Yeremias Aquino Nazuli yang mewakili Pastor Paroki St.Petrus dan Paulus Waikabubak, yang telah berkarya selama 11 tahun sebagai imam berpesan kepada Pater Erwin agar jadilah imam yang berpikir benar, menjadi terang dunia. Dalam kehidupan sebagai seorang imam hendaknya selalu mengevaluasi diri untuk mendalami panggilan dalam berkarya melayani umat.
Pater Erwin sang yubilaris ketika menyampaikan sambutan berkisah tentang masa lalu berkaitan dengan proses pendidikan selama 12 tahun 1 bulan,tertunda 2 tahun tahbisannya. Dalam rentang waktu tersebut pengalaman jatuh bangun,butuh waktu untuk membentuk hati dan akal budi, tanpa itu maka sia-sia menurutnnya. Tahun 2018 mendapat tugas proyek sosial di kota Semarang menjadi pemulung tinggal dan makan bersama pemulung-pemulung, kemudian menjadi pengamen di Kendal berbaur dengan rekan-rekan pengamen, dan mengalami dinamika kehidupan yang unik.
Sebagai pemulung dan pengamen berjalan beriringan. Bekerja sebagai pemulung dari pagi hingga sore. Dan biasanya mereka ikut mobil pemulung dari Kendal ke arah Semarang dan memilih sampah di Semarang balik lagi ke Kendal. Bila telah tiba malam hari jadi pengamen dari sekitar jam 06.30 sampai jam 11 malam.
Selain itu ia pun berkisah ketika praktek pastoral di Sumba Timur, setiap Minggu ia berkunjung ke umat di daerah-daerah terpencil, dan menjumpai pula sejumlah anak yang tidak sekolah, selain itu ia berinisiatif mengumpulkan buku tulis untuk dibagikan kepada sejumlah anak yang berpeluang mengikuti pendidikan. Ia mengajak Gereja dan Pemerintah bangun Sumba yang lebih beradab.
Pater Provinsial Redemptoris Indonesia Yakobus Umbu Warata,CSsR pun menyampaikan sambutan, sembari berterima kasih kepada Erwin yang telah menjadi imam, dan berpesan sekali jadi imam tetap imam sampai mati. Pater provinsial kemudian pun bercerita bahwa ketika tahun 1889 pater-pater Yesuit Eropa tiba di Sumba untuk berkarya ,mereka punya gambaran Sumba seolah-olah berada di dunia antaberanta. Namun mereka yakin bukan kemauan mereka datang ke Sumba melainkan kemauan Tuhan. Demikian pula halnya Erwin menjadi imam karena kemauan Tuhan sebagai suatu seleksi ilahi.
Bapak Bupati Sumba Barat, Johanis Dade, SH, saat sambutan atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyampaikan proficiat kepada Pater Erwin Kellen dan keluarga atas rahmat tahbisan imamat yang telah diterimanya. Hari ini bukan hanya menjadi hari yang membahagiakan Pater Erwin dan keluarga, tetapi juga menjadi momentum penuh syukur bagi umat dan masyarakat.
Lanjut bupati, panggilan menjadi imam bukanlah suatu perjalanan singkat. Namun terdapat proses yang panjang dengan perjuangan, pengorbanan, melalui pendidikan, pembinaan ,pelayanan dibarengi ketekunan untuk menjawab panggilan Tuhan. Oleh karena itu misa perdana juga menjadi momentum untuk Pater Erwin memperbaharui komitmen pelayanan kepada umat dan masyarakat.
Kepada kedua orang tua dan seluruh keluarga besar, bupati menyampaikan selamat berbahagia atas rahmat tahbisan yang diterima Pater Erwin, menjadi suatu kebanggaan yang mendalam bagi keluarga; yang merelakan anak mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan dan mengabdikan dirinya untuk melayani sesama.
Bupati menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kedua orang tua dan keluarga di mana keluarga menjadi tempat pertama benih panggilan itu bertumbuh dan mendapat kekuatan. Perjalanan panggilan Pater Erwin tentu tidak dapat dipisahkan dari doa dan dukungan keluarga yang senantiasa menyertai setiap langkahnya, demikian uangkap Bupati Johanis pada misa perdana Pater Erwin.
Pada kesempatan terpisah Pasolapos menghubungi Saudari Erin Monteiro umat Lingkungan Santo Yosef Kodaka bertanya tentang sudah ada berapa imam dari lingkungannya ia menjelaskan sudah ada 3 imam : Pater Ino Ta, CSsR ,Romo Edy Sabatudung, dan Pater Erwin Kellen,CSsR. Bisa jadi dari antara mereka bertiga ada yang pernah menjadi murid penulis. Proficiat umat Santo Yosef Kodaka telah mempersembahkan putera-putera terbaiknya demi penebusan berlimpah bagi umat yang dilayani. ***
Riiwayat Pendidikan Pater Erwin : 2000-2002 : TK Santa Anna Waikabubak.
2002-2008 : SDN Dedekadu Waikabubak.
2008-2011 : SMP Katolik Waikabubak.
2011-2014 : SMA Katolik Andaluri,Waingapu,Sumba Timur.
2014-2015 : KPA Ivan Ziatyk,Weetebula.
2015-2016 : Postulat Redemptoris Waingapu.
2016-2017 : Novisiat Redemptoris Wanno Gaspar,Sumba Barat.
26 Juni 2017 : Kaul pertama di Wanno Gaspar.
2017-2021 : Studi Filsafat dan Teologi di Fakultas Teologi Wedha Bhakti Universitas Sanata Dharma,Jogyakarta.
2021-2022 : Tahun Orientasi Pastoral di Paroki St.Paulus Pinang Raya,Bengkulu.
2022-2023 : Studi Bahasa Jepag di Tokyo,Jepang.
2023-2024 : Studi Bakaloreat dan Ad Audiendas di Fakultas Teologi Wedha Bhakti Universitas Sanata Dharma.
2024-2026 : Prakter Pastoral sebagai sebagai staf pengajar di SMP Katolik Anda Luri dan Asrama Pewarta Injil Redemptoris Padadita.
20 Juni 2025 : Kaul Kekal di Katedral Roh Kudus Weetebula.
22 April 2026 : Tahbisan Diakon di Katedral Roh Kudus Weetebula.
1 Mei-15 September 2026 : Praktek Diakonat di Paroki Sang Penebus Waingapu.
16 September 2026 : Tahbisan Imam di Paroki Roh Kudus Weetebula.






