TAMBOLAKA – PASOLAPOS.COM || Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka atau yang akrab disapa Angga Kaka, menyoroti kinerja Dinas Pertanian menyusul adanya keluhan dari sejumlah kelompok tani terkait dugaan intimidasi soal dana sumur bor.
Pernyataan tegas itu disampaikan Angga Kaka saat apel pagi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di halaman kantor bupati SBD, Senin (26/5/2025).
“Saya sudah tegas juga di apel pagi bahwa saya tidak mau soal yang ditemukan dan saya sampaikan supaya semua OPD taat pada aturan,” kata Angga Kaka kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa segala persoalan teknis harus diselesaikan sesuai regulasi yang berlaku dan tidak boleh ada penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Hal teknis harus diselesaikan dengan regulasi dan aturan yang berlaku. Jangan ada pekerjaan yang tidak sejalan,” tambahnya.
Sebelumnya, beberapa kelompok tani di wilayah SBD mengeluhkan adanya tekanan dari oknum di Dinas Pertanian terkait pengelolaan dana sumur bor. Keluhan ini mulai mencuat dan mendapat perhatian publik setelah disampaikan dalam beberapa pertemuan terbuka dengan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Angga Kaka meminta seluruh OPD, termasuk Dinas Pertanian, untuk bekerja sesuai visi dan misi kepala daerah serta tidak menyimpang dari program kerja yang telah disepakati.
“Semua harus berjalan sesuai visi misi dan program kerja bupati dan wakil bupati. Tidak boleh ada yang jalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa program pembangunan di SBD bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak boleh ada praktik yang mencederai kepercayaan rakyat.












