KODI,PASOLAPOS.CIM==– Jagat media sosial di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kembali dihebohkan dengan kabar dugaan penculikan dengan modus hipnotis. Informasi yang awalnya beredar luas melalui unggahan akun Facebook *Herlina Ferdinanda Mone* ini menyebutkan adanya korban baru di wilayah Kodi.
Kronologi Kejadian di Kampung Wanno Edar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keresahan warga di media sosial, korban kali ini menimpa seorang gadis remaja berusia belasan tahun bernama “Sari”
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi saat korban dalam perjalanan pulang dari kebun setelah mengambil pakan/nasi babi. Setibanya di area jalan raya, korban tiba-tiba disekap oleh orang tak dikenal menggunakan kain hitam. Korban sempat berteriak sebelum akhirnya jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.
Melihat kondisi korban, pihak keluarga bersama masyarakat sekitar langsung bergerak cepat mengevakuasi korban ke Puskesmas Bila Cenge, Desa Bilacenge. Hingga kabar ini diturunkan, korban dilaporkan belum sadarkan diri sepenuhnya.
Bukan Kejadian Pertama
Kasus yang menimpa Sari diduga bukan yang pertama di wilayah hukum SBD. Sebelumnya, isu serupa juga dikabarkan sempat terjadi di Desa Wohahungo, di mana seorang anak kecil dilaporkan menjadi korban hipnotis hingga tidak sadarkan diri dengan pola yang hampir sama.
Warga Desak Kejelasan dari Pihak Keamanan.
Hingga saat berita ini ditayangkan, belum ada keterangan atau rilis resmi dari pihak kepolisian maupun aparat keamanan setempat terkait kejelasan motif dan kebenaran mutlak dari rentetan peristiwa ini. Namun, situasi ini telah memicu kepanikan dan kekhawatiran yang cukup tinggi di tengah masyarakat.
Warga Kodi dan sekitarnya sangat berharap agar aparat keamanan, khususnya para “Babinsa”dan “Bhabinkamtibmas” di setiap desa, segera mengambil tindakan nyata dengan mengintensifkan patroli rutin guna mengawasi pergerakan mencurigakan serta mengembalikan rasa aman di lingkungan desa masing-masing.
Catatan Redaksi: Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dalam menjaga keluarga dan anak-anak, namun tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi sebelum ada klarifikasi atau penyelidikan resmi lebih lanjut dari Polres Sumba Barat Daya.
REDAKSI:Paul.






