Forum Pemuda SBD Tambolaka Dibentuk, Perkuat Peran Strategis Pemuda dalam Pembangunan Daerah

Pertemuan perdana dalam Forum Pemuda Tambolaka,di kediaman Anggota DPRD SBD,Thobias D. Lelu,SE.

PASOLAPOS.COM – TAMBOLAKA ||  Pemuda Kabupaten Sumba Barat Daya bersatu membentuk Forum Pemuda SBD Tambolaka yang saat ini berpusat di Kota Tambolaka. Sebelum rapat perdana dilaksanakan, telah dilakukan sejumlah diskusi awal untuk membahas pembentukan organisasi, termasuk penyusunan struktur kepengurusan.

Rapat perdana kepengurusan Forum Pemuda SBD Tambolaka berlangsung pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di rumah Thobias Dowa Lelu. Rapat tersebut menjadi langkah awal resmi kepengurusan dalam menggerakkan organisasi pemuda ini.

Mengawali rapat perdana, Sekretaris Forum Pemuda SBD, Paulus Malo Ngongo bersama Dominikus Gera, memberikan sapaan pembukaan serta mengarahkan jalannya pertemuan. Selanjutnya, Dominikus Gera bertindak sebagai pemandu diskusi. Rapat ini dihadiri oleh berbagai elemen pemuda dari seluruh wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) sebagai bagian dari diskusi lanjutan pembentukan Forum Pemuda SBD Tambolaka.

Forum ini diinisiasi dari hasil diskusi bersama sebagai wadah pemersatu pemuda untuk memperkuat peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah, sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah daerah.

Sebelum acara resmi dibuka, doa pembukaan dipimpin oleh mantan guru John Kandi. Selanjutnya, Ketua Forum Pemuda SBD Tambolaka, Yohanes Pandak, secara resmi membuka rapat perdana. Dalam sambutannya, Yohanes Pandak menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dilaksanakan untuk menyikapi perkembangan signifikan yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya, khususnya terkait penataan Ibu Kota Tambolaka yang secara langsung berada di tengah kehidupan orang muda.

Yohanes Pandak, yang akrab disapa JP, mengajak seluruh pemuda di Sumba Barat Daya untuk bersatu dan bergandengan tangan mendukung pembangunan daerah demi kemajuan bersama. Ia juga mengajak orang muda Tambolaka dan seluruh SBD untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal.

Dalam sesi diskusi, Thomas Bulu   sebagai Anggota DPRD dan Ketua DPC Fraksi Gerindra menyampaikan bahwa pemuda harus menjadi satu kesatuan dalam mendukung pembangunan serta mampu menyikapi berbagai dinamika yang akan muncul di tengah masyarakat. Forum yang dibentuk ini diharapkan dapat menjadi contoh dan teladan, baik dalam sikap, tindakan, maupun partisipasi aktif dalam pembangunan. Pemuda juga diharapkan mampu mengambil peran strategis, termasuk menjangkau kelompok pemuda yang selama ini belum memiliki ruang atau peluang untuk terlibat.

Sementara itu, Thobias Dowa Lelu, anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, menegaskan bahwa salah satu poin penting dalam diskusi adalah bagaimana forum ini dapat melibatkan pemuda dalam menjaga dan melestarikan program-program pembangunan yang telah dibangun oleh pemerintah, sehingga keberlanjutan program tersebut tetap terjamin dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dari hasil diskusi, seluruh peserta rapat bersepakat dan menegaskan bahwa Forum Pemuda SBD Tambolaka bersifat non-partai dan tidak memiliki tendensi politik praktis. Forum ini dibentuk sebagai ruang inklusif yang terbuka bagi seluruh elemen pemuda, tanpa memandang latar belakang organisasi, komunitas, maupun pilihan politik.

Dalam aspek kelembagaan, forum ini akan memperkuat legal standing organisasi melalui penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Fokus awal pengurus adalah membentuk struktur organisasi, membagi divisi-divisi kerja, serta melengkapi seluruh dokumen pendukung sebagai syarat legalitas organisasi.

Pengurus forum diberi tanggung jawab untuk menyelesaikan seluruh dokumen pendukung tersebut, termasuk penetapan batas waktu (deadline) penyusunan AD/ART. Dengan legalitas organisasi yang jelas, Forum Pemuda SBD Tambolaka diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah serta terlibat langsung dalam berbagai program pembangunan.

Selain itu, forum ini juga berencana mengundang anggota DPRD lainnya untuk bergabung sebagai anggota maupun mitra strategis, guna memperkuat sinergi dalam menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat di tingkat wilayah.

Dalam pembahasan teknis organisasi, salah satu divisi yang mulai dirancang adalah Divisi Pariwisata, yang akan dipimpin oleh ketua divisi, sekretaris, serta anggota. Seluruh peserta rapat yang hadir akan dimasukkan ke dalam divisi-divisi sesuai dengan minat dan kapasitas masing-masing.

Pada penutupan rapat, Ketua Forum Pemuda SBD Tambolaka berharap agar forum ini dapat menjadi wadah kolaboratif yang solid, berkelanjutan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Sumba Barat Daya.

 

Tinggalkan Balasan