Dinas Peternakan,Dinas Koperasi dan Perdagangan Dinilai Lamban dan Pasif,Penjual Pa’u diduga Campur Serbuk Kayu .Masyarakat Peternak Babi SBD Resah.

PASOLAPOS.COM,SUMBA BARAT DAYA ==Gelombang keresahan dan kemarahan kini memuncak di kalangan masyarakat peternak babi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Hal ini dipicu oleh maraknya peredaran pakan ternak pakan lokal (Pa’u) yang diduga kuat telah dioplos dengan serbuk kayu maupun bahan campuran lainnya oleh oknum pedagang yang berasal dari Bima.

Praktik culas ini tak hanya merugikan peternak secara ekonomi karena membeli produk yang tidak berkualitas, tetapi juga mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup ternak babi milik warga SBD.

Dinas Peternakan,Dinas Koperasi dan Perdangan Tutup Mata dan Pembiaran.

Di tengah ancaman kerugian besar yang mengintai para peternak lokal, kritik tajam kini mengarah lurus ke instansi teknis terkait.Ada 2 Dinas Kabupaten Sumba Barat Daya dinilai “tidur pulas” dan terkesan melakukan pembiaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun langkah konkret, operasi pasar, maupun inspeksi mendadak (sidak) dari pihak Dinas Peternakan untuk mengecek langsung kondisi Pa’u yang dijual di lapangan, khususnya pada para pedagang asal Bima tersebut.

Salah Satu korban Rudi Dowa menyampaikan amarahnya lewat media pasolapos(16/10/2026)yang sudah membeli Pa’u di depan SDK Marsudirini dan di Samping Kantor pos Tambolaka,depan BRI Cabang tambolaka, beli di pedagang asal Bima yang banyak menjual pakan ternak tempat ia membelinya”Kami masyarakat peternak sangat resah. Pa’u yang kami beli bercampur serbuk kayu. Ini sangat berbahaya untuk babi-babi kami. Tapi anehnya, Dinas Peternakan seperti tidak mau tahu dan belum pernah turun ke lapangan untuk memeriksa para penjual,” ungkap salah seorang peternak dengan nada kecewa.

Ditambahkan oleh Lukas Mete,kami masyarakat sudah resah dan mengharapkan dinas teknis utk turun langsung,tetapi sampai saat ini belum ada keliatan batang hidungnya,jangan salah kan bupati dan wakilnya karena sudah ada dimana yang tangani untuk apa dipercayakan pada dinas peternakan…?tanya Lukas.tidak semua masalah lapangan bupati yang harus menanggung beban lalu bagaimana tugas dinas yang banyak pegawainya?nanti sudah bermasalah ujung ujungnya bupati SBD yg disalahkan,dengan nada kecewa.

Lempar Batu Sembunyi Tangan: Jangan Jadikan Bupati Sasaran Empuk!

Kinerja lamban dan sikap pasif dinas teknis ini berpotensi merusak citra pimpinan daerah. Publik menilai, ketika masalah pakan oplosan ini meledak dan memicu konflik atau kerugian massal pada ternak babi, masyarakat cenderung menyalahkan dan menjadikan Bupati SBD sebagai sasaran kemarahan.

Padahal, secara hierarki dan tugas pokok fungsi (tupoksi), Dinas Peternakan dan Dinas Koperasi dan Perdagangan adalah instansi teknis yang mengemban tanggung jawab penuh untuk pengawasan mutu pakan ternak di lapangan.2 Dinas tidak boleh lepas tangan apalagi menjadikan pimpinan daerah sebagai tameng atas ketidakmampuan mereka melakukan pengawasan mendasar.
Desakan Ketat masyarakat peternak SBD kini mendesak 2 Kepala Dinas beserta jajarannya untuk segera bangun dari “zona nyaman” dan melakukan tindakan nyata.

Ada banyak usulan dari masyarakat terhadap 2 dinas sidak dan Uji Laboratorium: Segera turunkan tim pengawas pakan ke pasar-pasar dan tempat penjualan Pa’u, khususnya menertibkan pedagang dari Bima yang terindikasi menjual Pa’u oplosan.

Sanksi Tegas: Memberikan sanksi hukum dan penyitaan barang bukti jika terbukti secara sah terdapat campuran serbuk kayu yang merugikan peternak.

Lakukan Perketat Jalur Masuk: Memperketat pengawasan lalu lintas bahan pakan yang masuk ke wilayah Sumba Barat Daya.
Masyarakat menegaskan, jika Dinas Peternakan terus-menerus menutup mata dan enggan turun ke lapangan, maka patut dipertanyakan integritas serta komitmen dinas tersebut dalam melindungi para peternak lokal di Sumba Barat Daya.

Kadis Perternakan Agustinus Pandak saat dihubungi 1 jam yang lalu(16/10/2026) menyampaikan sampai saat ini bukan urusan kami penjualan pakan ternak,apakah Meraka masuk dari mana itu bukan urusan kami,kadis mengakui bahwa di tahun 2014,2015 pemasukan pakan ternak lewat pemeriksaan dinas peternakan, entah lagi sekarang sudah di dinas perdagangan,ungkapnya.

Lanjut media ini menghubungi dinas Koperasi dan Perdangan kadis.Yeingo Tanda Kawi menyampaikan bahwa saya masih koordinasi dgn dinas peternakan janji setelah sudah selesai pertemuan baru saya infokan ke media pasolapos,katanya.

Redaksi: PAUL

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *