Begini Kata Saksi Saat Temukan Kakak Beradik Tewas di Tengah Jalan Wano Roto, SBD

Saksi Matius Tena Bolo seorang Guru yang menjadi saksi Kecelakaan.

WEWEWA BARAT – PASOLAPOS.COM || Seorang warga yang melintas di ruas Jalan Wano Roto, Desa Redapada, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, Jumat (1/8) malam, mendapati pemandangan mengerikan: dua remaja kakak beradik terkapar di tengah jalan.

 

Peristiwa sekitar pukul 19.00 WITA itu menewaskan dua warga Desa Persiapan Ole Milla. Satu korban meninggal di lokasi, sementara satu lainnya mengembuskan napas terakhir di Puskesmas Waimangura.

 

Matius Tena Bolo (42), saksi yang pertama tiba di lokasi, mengaku awalnya mengira tubuh yang terlihat dari kejauhan hanyalah orang mabuk yang tertidur di jalan.

 

“Saya dari arah Weekombak, bawa motor pelan karena malam. Dari jauh saya pikir orang mabuk, tapi pas dekat ternyata dua remaja terkapar,” ujar Matius, Sabtu (9/8).

 

Menurutnya, saat itu ada seorang perempuan dan seorang laki-laki di sekitar korban. Namun, tak lama setelah ia tiba, keduanya bersama sepeda motor mereka sudah tak terlihat.

 

“Yang ibu pegang tas. Tidak lama kemudian mereka sudah tidak ada,” tambahnya.

 

Matius lalu menghubungi Polsek Wewewa Barat. Beberapa menit kemudian, lalu lintas kembali ramai, namun satu korban sudah tak tertolong.

 

Polisi yang menerima laporan bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban sesuai prosedur standar operasional (SOP). Warga mengapresiasi respons cepat aparat yang sigap mengamankan lokasi, mengumpulkan barang bukti, dan melakukan identifikasi.

Olah TKP oleh pihak kepolisian.

Kanit Gakkum Satlantas Polres SBD, Bripka Yusak Izaac, mengatakan hasil olah TKP mengindikasikan tabrakan satu arah.

 

“Ada dua goresan di aspal, satu di tengah dan satu di pinggir kiri. Diduga kedua motor datang dari arah Waimangura,” jelas Yusak.

 

Polisi juga menemukan plat nomor DR 6551 TS yang berasal dari Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Namun, pelacakan pemilik masih terkendala karena kemungkinan kendaraan sudah berpindah tangan.

 

“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui atau pernah melihat motor dengan plat tersebut agar memberi informasi,” ujarnya.

 

Hingga Sabtu (9/8) siang, pecahan bodi motor serta bawang merah dan bawang putih masih berserakan di lokasi. Barang-barang itu diduga milik pelaku yang kabur usai kecelakaan.

 

Diketahui, kedua korban tewas dalam perjalanan pulang dari acara kedukaan di Kalembuweri menuju rumah mereka di Weekombak. Malam itu, perjalanan mereka berakhir tragis di jalan sepi Wano Roto.

Tinggalkan Balasan