PASOLAPOS.COM | TAMBOLAKA – Kabar gembira datang bagi masyarakat Pulau Sumba, khususnya wilayah Sumba Barat Daya. Maskapai Batik Air resmi mengumumkan pembukaan rute penerbangan baru yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS) dengan Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka (TMC), yang mulai beroperasi pada 9 Januari 2026.
Rute baru ini akan dilayani setiap hari atau 7 kali dalam seminggu, baik untuk penerbangan Bali–Tambolaka maupun Tambolaka–Bali, menggunakan pesawat jet Airbus A320. Dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit, perjalanan menuju Pulau Sumba kini menjadi jauh lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Pembukaan rute ini dinilai sebagai terobosan strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah Nusa Tenggara Timur, yang selama ini kerap terkendala keterbatasan akses transportasi udara. Kehadiran penerbangan langsung harian ini membuka peluang besar bagi peningkatan mobilitas masyarakat, arus barang dan jasa, serta pertumbuhan sektor pariwisata.
Dengan Bali sebagai hub utama penerbangan nasional dan internasional, wisatawan dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga wisatawan mancanegara dari Australia, Singapura, dan negara lainnya kini dapat menjangkau Sumba hanya dengan satu kali transit. Hal ini diyakini akan meningkatkan minat kunjungan wisata ke Pulau Sumba yang dikenal dengan keindahan alam, budaya megalitik, dan tradisi yang masih terjaga.
Tambolaka pun kian mengukuhkan posisinya sebagai pintu gerbang utama pariwisata Pulau Sumba. Dari Tambolaka, wisatawan dapat menjangkau berbagai destinasi unggulan di Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, hingga Sumba Timur. Sejumlah pelaku pariwisata menilai kehadiran rute ini akan berdampak langsung terhadap okupansi hotel, pertumbuhan usaha lokal, serta pengembangan UMKM berbasis pariwisata.
Pengamat pariwisata daerah juga menilai pembukaan rute ini sebagai langkah konkret yang lebih berkelanjutan dibandingkan upaya mendatangkan maskapai tanpa kajian matang. Dengan frekuensi penerbangan yang konsisten dan dukungan armada jet, Batik Air dinilai memiliki peluang besar untuk bertahan dan berkembang di rute Tambolaka.
Masyarakat dan pelaku usaha di Pulau Sumba berharap kehadiran rute Bali–Tambolaka ini tidak hanya menjadi momentum kebangkitan pariwisata, tetapi juga mendorong perhatian pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur pendukung, pelayanan bandara, serta promosi destinasi secara terpadu.
Dengan akses udara yang semakin terbuka, Pulau Sumba kini kian siap menyambut dunia.












