TAMBOLAKA,PASOLAPOS.COM — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan bergerak cepat mengantisipasi sekaligus mengatasi persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi. Langkah strategis diambil dengan menggelar pertemuan diskusi bersama pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) SBD serta distributor resmi penyalur pupuk guna menyamakan persepsi dan merumuskan solusi terbaik demi kesejahteraan para petani setempat.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan SBD, Y. Frinn Tuka, menyampaikan bahwa pihak dinas telah berupaya maksimal dalam memfasilitasi dan mengawal seluruh proses pertanian bagi para kelompok tani. Mengingat luasnya potensi pertanian di wilayah tersebut, ketercukupan pasokan pupuk menjadi faktor yang sangat krusial.
Saat ini, luas lahan garapan yang tersebar di SBD telah mencapai angka signifikan, yakni berkisar antara 50.000 hingga 62.000 hektare lebih. Akibat luasnya lahan tersebut, permintaan pupuk dari para petani pun otomatis melonjak tinggi.
“Dari sisi pemerintah, kami sudah mengajukan usulan penambahan kuota pupuk subsidi ke Kementerian Pertanian agar bisa memenuhi tingginya permintaan petani. Kita berharap usulan ini secepatnya dapat terjawab, sehingga kendala kelangkaan pupuk ini dapat teratasi dengan baik,” ujar Y. Frinn Tuka dalam pertemuan tersebut(6/7/2026)
Tantangan di sisi jalur distribusi turut disuarakan oleh pihak penyalur. Eduard Aldo, perwakilan dari Toko Matahari selaku distributor resmi pupuk bersubsidi di SBD, mengungkapkan bahwa kendala utama yang kerap muncul di tingkat kelompok tani sebenarnya bersumber dari keterlambatan pengiriman dari pusat (kementerian). Pihaknya pun berharap agar proses birokrasi dan penyaluran logistik dari kementerian ke daerah dapat dipercepat.
Eduard menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara kelompok tani, petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan dinas terkait. “Segala yang kita kerjakan ini adalah untuk kepentingan masyarakat. Jika usaha petani berhasil, otomatis hasil yang didapat akan langsung menunjang kebutuhan hidup sehari-hari para petani itu sendiri,” tegasnya optimis.
Menanggapi dinamika ini, pengurus KTNA Kabupaten SBD, Agus Wakur Kaka, mengimbau seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan mengenai kendala keterlambatan pupuk di masa lalu. Bagi KTNA, momentum pertemuan ini harus difokuskan untuk menatap ke depan dan mencari jalan keluar yang konkret, terlebih musim tanam tahun ini sudah di depan mata.
“Segala bentuk proses keterlambatan pupuk subsidi sampai ke kelompok sudah kita bicarakan secara terbuka. Mari kita bersama-sama mencari solusi terbaik agar pada masuknya musim tanam tahun ini, kendala-kendala yang sebelumnya dialami oleh petani dapat teratasi demi keberlangsungan hidup petani di SBD,” pungkas Agus Wakur Kaka.
Melalui forum diskusi yang berlangsung hangat ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk mengawal pemenuhan kuota pupuk dan memperbaiki pola koordinasi lokal. Langkah ini diambil demi memastikan hak-hak petani terpenuhi dan produktivitas pertanian di Sumba Barat Daya tetap terjaga secara optimal.
Redaktur: Paul






