Oleh Agustinus B. wuwur
Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat/Ketua Komsos Paroki Waikabubak
PASOLAPOS.COM || Untuk memperingati HUT ke 28 Stasi St. Agustinus Lapale, Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak, Sumba Barat, NTT; telah dilaksanakan 2 kegiatan penting yakni pempabtisan 23 umat termasuk 3 orang dewasa di Stasi Lapale pada (12/10/2025) silam oleh Rm. Yeremias Aquino Nasuli. Dan, perayaan ekaristi pemberkatan nikah massal 6 pasang (26/10/2025) oleh Pastor Paroki Waikabubak, Rm. Konstantinus Nggajo; dimeriahkan oleh koor OMK Paroki Waikabubak, dengan dirigen Kristo Bani.
Pada saat kotbah Rm. Konstantinus Nggajo, biasa disapa Rm. Nus ; menekankan tentang pentingnya umat memperhatikan agar dalam mencari pasangan hidup hindari perkawinan anguleba (anak om) karena itu bertentangan dengan Kitab Hukum Kanonik Gereja Katolik (halangan nikah). Dari 6 pasang tersebut 5 halangan nikah, 1 tidak.
Rm. Nus pun mengingatkan berulang kali kepada umat yang hadir dalam perayaan ekaristi tersebut agar tidak terjadi lagi “perkawinan anguleba”. Karena mereka yang barusan menerima sakramen perkawinan menunggu sudah 6 s.d. 8 tahun karena halangan nikah. Dan, hanya pimpinan gereja dalam hal ini bapa uskup yang bisa memberikan dispensasi bagi mereka yang halangan nikah; itu karena kemurahan hati bapa uskup.
Berterimakasihlah kepada Tuhan karena doa kalian sudah dikabulkan Tuhan ungkap Rm. Nus. Dengan harapan agar yang baru menerima sakramen nikah tekun berdoa dan rajin ke gereja. Jangan sampai semangat pada awalnya, kemudian menghilang begitu saja.
Rm. Nus pun menyampaikan terimakasih kepada para pembina kursus persiapan perkawinanan yang telah mendedikasikan diri bagi pasangan nikah. Soal mencari uang mereka sudah mampu bahkan pandai , tetapi bagaimana membina iman dan kehidupan rohani mereka itulah yang penting dilakukan oleh para pembina kursus persiapan perkawinan, agar kehidupan beriman mereka semakin mantap.
Untuk semangat hidup menggereja yang terpenting adalah kerendahan hati di hadapan Tuhan, dengan tekun berdoa dan rajin ke gereja. Apabila itu tidak dilakukan berarti menunjukkan kesombongan/keangkuhan lantaran tidak mengandalkan Tuhan dalam hidup ini. Untuk bapa mama saksi agar pantau keluarga yang didampingi, ingatkan mereka kalau semangat kehidupan rohani mereka kendur, harap Rm. Nus.
Sebelum berkat penutup , sapaan dari Ketua Stasi St. Agustinus Lapale, Ibu Lusia L. Peda ; mengungkapkan bahwa tanpa terasa pada hari yang berahmat (26/10/2025) Stasi Lapale merayakan HUT ke 28. Dan, untuk mensyukuri rahmat Tuhan tersebut maka 2 kegiatan penting dilakukan : pembaptisan dan nikah massal wujudkan makna ulang tahun. Dan, mohon partisipasi umat ramah tamah sederhana usai perayaan ekaristi.
Bapak Blasius Bally mewakili para saksi saat sapaan mengharapkan kepada pasangan nikah agar setia dalam hidup perkawinan, karena di era sekarang ini hidup berumah tangga penuh tantangan, untuk itu dibutuhkan kesabaran, dan pengertian satu sama lain. Dengan demikian diharapkan dukungan doa dari umat agar kehidupan rumah tangga mereka langgeng.
Rm. Nus saat sapaan menyampaikan dua hal : 1). Lapale pada masa lampau termasuk zona merah, orang waspada ketika hendak melewati wilayah Lapale, tetapi sekarang Lapale telah menjadi zona hijau, membawa damai bagi semua orang dan itu perlu dipertahankan. 2). Bagi pasangan yang tidak ada halangan nikah dan telah hidup bersama agar memikirkan dan merencanakan kapan bisa mengikuti kursus persiapan perkawinan. Proficiat umat Stasi St. Agustinus Lapale***












