TAMBOLAKA – PASOLAPOS.COM || Pemerintah Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, turun langsung melakukan monitoring terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalena Wanno, Senin (13/10/2025).
Monitoring ini bertujuan memastikan bahwa BUMDes Kalena Wanno benar-benar layak menjadi contoh bagi BUMDes lain di wilayah Kota Tambolaka, terutama setelah menerima bantuan sebesar 20 persen dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Kota Tambolaka, Maria Mayorga, yang didampingi stafnya Yuliana Dowa dan Kristina K. Dappa. Hadir pula Tenaga Ahli Kabupaten SBD, Gerardus Riti, serta Pendamping Desa, Edwin Adolf, yang ikut memberikan masukan terkait tata kelola keuangan dan pengembangan unit usaha BUMDes.
Dalam keterangannya, Maria Mayorga menilai bahwa BUMDes Kalena Wanno memiliki semangat dan potensi besar untuk menjadi BUMDes teladan di Kota Tambolaka.
“Kami datang untuk melihat langsung bagaimana perkembangan BUMDes ini. Berdasarkan laporan, Kalena Wanno termasuk yang aktif dan inovatif. Kami ingin memastikan pengelolaannya tetap transparan dan sesuai aturan,” ujar Maria di sela kunjungan.
Sementara itu, Kepala Desa Kalena Wanno, Damiana D. Gole, menjelaskan bahwa pemerintah desa terus mendukung keberadaan BUMDes melalui pengalokasian 20 persen Dana Desa.
“Dari total DD Kalena Wanno, 20 persennya kami berikan ke BUMDes untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, sesuai dengan Permendes terbaru,” kata Damiana.
Ketua BUMDes Kalena Wanno, Paulus Malo Ngongo, menyampaikan optimisme bahwa BUMDes yang ia pimpin akan menjadi contoh sukses di wilayah tersebut.
“Kami fokus pada dua sektor, ayam pedaging dan pertanian. Saat ini ayam pedaging sudah berjalan, dan musim hujan ini kami akan mulai tanam jagung putul ungu. Kami ingin BUMDes ini benar-benar maju,” ungkap Paulus.
Tenaga Ahli Kabupaten, Gerardus Riti, mengatakan bahwa langkah monitoring seperti ini penting agar setiap dana yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
“Kami melihat langsung dan memberi masukan terkait pengelolaan. Walau masih awal dan belum banyak keuntungan, kesiapan BUMDes Kalena Wanno patut diapresiasi,” jelas Gerardus.
Senada dengan itu, Pendamping Desa, Edwin Adolf, menambahkan bahwa dukungan pemerintah kecamatan dan tenaga ahli memberi dorongan besar bagi pengurus BUMDes untuk terus berkembang.
“Pendampingan ini bukan sekadar administrasi, tetapi juga memastikan BUMDes mampu bergerak produktif dan berdaya saing,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah dan komitmen pengurus, BUMDes Kalena Wanno diharapkan mampu menjadi model pengelolaan ekonomi desa yang transparan, mandiri, dan berkelanjutan di wilayah Kota Tambolaka.












