Berita Terbaru
TUBUH POLRI SALING MENANGKAP TERDUGA”SADAP SUARA ISTANA NEGARA” KETIKA KUASA LEBIH TINGGI DARIPADA HUKUM. Refleksi Kehidupan dan Pencarian Makna. Jeritan Hati Albina Moto Kodi,Asal Sumba,Kodi Utara yang Lolos dari Cengkeraman Diduga TPPO di Samarinda. PASOLAPOS.COM,SAMARINDA== Sebuah tragedi kemanusiaan yang mencoreng nilai-nilai perlindungan perempuan dan anak kembali terungkap. Albina Moto Kodi, seorang ibu muda berusia produktif asal Sumba,Kecamatan Kodi Utara,SBD, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus mengalami nasib malang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok tawaran pekerjaan palsu melalui media sosial. Ibu dari empat orang anak yang suami dan buah hatinya tertinggal di kampung halaman ini, harus merasakan teror psikologis selama hampir enam bulan di bawah cengkeraman majikannya di Samarinda, Kalimantan Timur. Semua bermula dari manisnya janji seorang oknum yang kini bertindak sebagai majikannya di dunia Janji manis. Albina diiming-imingi pekerjaan layak dengan gaji fantastis mencapai Rp 4 juta per bulan. Keyakinan korban semakin bulat ketika sang perekrut membangkitkan asa dengan membelikannya tiket pesawat langsung dari Sumba menuju Balikpapan. Namun, setibanya di Samarinda, mimpi indah itu berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam. Seketika ia menjejakkan kaki di rumah pelaku, kartu identitas (KTP) dan telepon genggam miliknya langsung disita tanpa belas kasihan. Selama kurang lebih setengah tahun mendekam di rumah tersebut, Albina mengalami pengekangan kebebasan yang luar biasa keji: *Gaji tidak pernah dibayarkan sepeser pun. * Dilarang keras keluar rumah, bahkan sekadar membuka jendela untuk menghirup udara luar atau melihat matahari pun tidak diizinkan. * Terisolasi total, membuatnya sama sekali terputus komunikasi dengan suami dan keempat anaknya yang cemas menanti kabar dari Sumba,Kodi Utara,NTT. Pelarian Dramatis di Dini Hari Ketakutan dan kerinduan yang mendalam akhirnya meruntuhkan ketakutan Albina. Sekitar tiga hari lalu, tepat pukul 02.00 WITA di tengah gelapnya malam, ia nekat mengambil risiko besar dengan kabur dari rumah majikannya. Dengan berjalan kaki menembus jalanan sepi yang cukup jauh, ia akhirnya berhasil menemui seorang pengemudi ojek online yang berbaik hati mengantarkannya langsung ke kantor polisi. Saat ini, Albina telah dievakuasi dan aman berada di Rumah Singgah UPTD Dinas Sosial (Dinsos) yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan, Samarinda. Kendati demikian, kasus ini menyisakan PR besar dan kendala investigasi. Karena dikurung rapat selama enam bulan, Albina buta sama sekali terhadap alamat tempat tinggal majikannya. Ditambah lagi, barang bukti penting berupa KTP dan ponselnya masih berada dalam penguasaan sang majikan. Saat ini, kondisi psikologis Albina mengalami trauma yang sangat mendalam dan ia hanya memendam satu keinginan kuat: segera dipulangkan kembali ke pelukan keluarganya di Sumba, NTT. Langkah Strategis dan Rekomendasi Tindakan Merespons kasus memprihatinkan yang menimpa Ibu Albina Moto Kodi ini, berikut adalah langkah-langkah konkret yang harus dan sedang kita tempuh, baik untuk pemulangan korban maupun penegakan hukum terhadap terduga pelaku: 1. Penegakan Hukum dan Pelacakan Pelaku * Meminta Pendampingan Kepolisian (Reskrim/PPA): Pihak kepolisian (Polresta Samarinda atau Polda Kaltim) melalui unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) harus segera menindaklanjuti laporan ini sebagai kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan merampas kemerdekaan seseorang. Melakukan Pelacakan Digital & Penelusuran Jejak Medsos: Karena korban tidak tahu alamat rumah majikannya, kepolisian dapat melacak pelaku melalui jejak komunikasi digital (rekaman percakapan di media sosial yang digunakan saat merekrut, nomor rekening jika ada transaksi, atau nomor WhatsApp pelaku yang biasa dihubungi). Cara Penyelidikan Berbasis Transportasi/Logistik: Melacak riwayat penjemputan saat korban tiba di bandara atau terminal menggunakan fasilitas transportasi daring/jemputan yang digunakan pelaku saat menjemput korban dari Balikpapan ke Samarinda. Apabila sudah ditemukan Penyitaan Paksa KTP & Ponsel: Dengan dasar laporan resmi, polisi dapat mendesak atau melacak keberadaan pelaku untuk mengamankan barang bukti milik korban (KTP dan HP) sekaligus menangkap pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Pemulangan Aman dan Pemulihan Trauma (Healing) * Koordinasi Lintas Instansi (Dinsos Samarinda & Pemerintah Daerah NTT): UPTD Dinsos Samarinda perlu segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi NTT atau pemerintah kabupaten asal korban di Sumba untuk memfasilitasi proses reintegrasi dan pemulangan (tiket kepulangan korban). Pendampingan Psikologis (Trauma Healing): Mengingat tingkat trauma yang dialami Albina sangat berat akibat penyekapan berbulan-bulan, psikolog atau lembaga pemerhati perempuan dan anak wajib dilibatkan untuk memulihkan kondisi mentalnya sebelum dan selama perjalanan pulang ke Sumba. Langkah Pencegahan Agar Tidak Terulang: Edukasi Publik di Wilayah Rentan (NTT): Pemerintah daerah dan aktivis sosial di Sumba perlu menggencarkan sosialisasi bahaya rekrutmen tenaga kerja ilegal melalui media sosial yang marak menyasar ibu rumah tangga atau warga berpendidikan rendah. Pemberdayaan Posko Pengaduan Migran/Pekerja: Memperkuat pengawasan terhadap agen penyalur tenaga kerja informal yang tidak memiliki izin resmi (PJTKI ilegal) di tingkat lokal maupun regional Kaltim-NTT. REDAKSI:PAUL Pesona Ikon Wisata Pantai Mananga Aba Mempunyai Daya Tarik.Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Satu-satunya Hotel Mario Yang Pertama Membangun Sejak Mekar SBD.

Markus Umbu Tara Pertemanan sejati! Bermimpi dan Pulang Kembali Membangun NTT

Markus Umbu Tara Putra Asli Tambolaka,Loura sebagai ketua Pemenang Agus Nahak di sumba.

PASOLAPOS.COM – Sahabat sejati adalah seorang teman yang selalu ada saat susah maupun senang. Ia akan selalu menyemangatimu dan mendukungmu dalam kehidupan.

 

Tertawa bersama hingga sedih bersama sudah menjadi hal yang pastinya di alami dalam sebuah persahabatan.Sahabat sejati sama dengan teman seperjuangan,ibarat adik dan kakak namun tidak semua orang mengalaminya,kadang karena kepentingan dan iri hati sahabat sejati berubah menjadi bermusuhan karena sikap ingin menang sendiri dan sudah terpenuhi keinginan pribadinya.sering dialami ditengah masyarakat awal sangat akrab bahkan pengeluhan demi pengeluhan sudah terpenuhi dalam perjalan waktu kedua orang sahabat mengalami perpecahan akibat kepentingan pribadi, apa yang dialami kedua orang Markus Umbu Tara dengan Agus Henuk sama dengan kuku dan daging tidak akan terpisahkan lagi.

 

 

Hal itu juga di rasakan oleh 2 orang sahabat yang merilis karir mereka bersama-sama dari nol. Yaitu Markus Umbu Tara dan Agustinus Nahak, Pertemanan mereka tumbuh usai berjumpa di pulau dewata bali 23 tahun yang lalu.

Agustinus Nahak,foto bersama Tim koodinator Tim pemenang Sumba,Markus Umbu Tara bersama Istri.

Pertemuan itu menjadi awal perjumpaan mereka dalam merilis karir, serta membangun mimpi di masa depan hingga saat ini.

 

Markus Umbu Tara menyebut bahwa pertemuan ini bukan saja kebetulan tetapi ini kehendak Tuhan, ucapnya pada Kamis 29 Juni 2023

 

saya tidak pernah menyangka akan bertemuh Agus Nahak namun saya percaya ini semua proses yang tidak di pungkiri yang di ijinkan Tuhan. Ungkap markus Umbu Tara di kediamannya saat berjumpa keluarga dan Agus Nahak.

 

Ia menyebut proses pertemanan ini sangat panjang dan tidak dapat di ceritakan seluruh perjalanannya. Hal itupun di benarkan oleh advokat asal Malaka itu di kediaman Umbu Tara.

 

Saat ini kami sedang berjuang bersama kembali ke NTT dan ingin membangun provinsi ini agar lebih baik kedepannya. Ia menyampaikan bahwa Agus saat ini sedang menuju senayan melalui fraksi Nasdem nomor urut 6 Dapil II Wilayah NTT untuk berjuang menyampaikan aspirasi masyarakat ketika duduk di senayan.

 

Ia juga mengajak seluruh masyarakat yang hadir di kediamannya agar memberikan dukungan doa dan suara untuk bersama-sama menghantar agus ke senayan. Ungkap ketua Pemenang AMS NTT menuju senayan itu.

 

pemilik perusahan Galeri Angel Colection itu juga berterima kasih kepada advokat Agus Nahak karena telah meluangkan waktunya untuk datang kembali ke pulau sumba dan mengikuti acara syukuran kepergian ibunda tercinta serta mendoakan agar mendapatkan keselamatan abadi di surga.

 

Ia juga menyampaikan ucapan Terima Kasih ke seluruh keluarga yang hadir dalam acara tersebut.

 

Penulis: Hans Wea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *