Pasolapos.com-Tambolaka,Kebudayaan merupakan suatu ide atau gagasan dalam pikiran manusia yang mencerminkan peradaban dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat Abstrak .
Kebudayaan merupakan kompleks atau kekhasan yang memiliki ciri menyeluruh yang telah melekat pada tubuh masyarakat dan turun temurun dan akan menjadi Nilai yang berhubungan dengan keyakinan atau kepercayaan yang sulit dihilangkan .
Kepercayaan yang masih ada dalam kehidupan suatu masyarakat yang tetap dipertahankan melalui sifat Lokal yang dimiliki yang pada akhirnya menjadi suatu sifat lokal yang dianut oleh setiap masyarakat pada umumnya dan khususnya di Sumba Barat Daya adalah MARAPU .

Kebudayaan merupakan hasil cipta atau karya manusia yang sesungguhnya merupakan hasil usaha untuk mengubah dan memberi bentuk serta susunan baru kepada pemberian sang pemilik hidup sesuai kebutuhan jasmani dan rohani kita manusia . Pada hakekatnya budaya masyarakat pada khususnya Sumba ada dua SEGI yang tidak bisa dilepaskan antara satu dengan yang lain yaitu Segi Kebendaan yang meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari setiap akal yang dimiliki . Dan segi berikutnya adalah Kerohanian yang terdapat dalam pikiran yang merupakan kumpulan perasaan dan dapat tersusun teratur . Dari kedua Segi tersebut tidak dapat diraba dan hanya penjelmaan saja yang dapat dipahami melalui berbagai ilustrasi yang disebut BUDAYA dimana setiap orang memiliki melalui penghasilan dengan menggunakan Akal .
Ciri budaya merupakan segala perilaku dan pikiran manusia yang secara fungsional ditata dalam masyarakat . Kedudukan manusia dalam kebudayaan merupakan Sentral yang diresapi Nilai-nilai budaya yang hidup dalam lingkungan .
Oleh karena itu Nilai budaya manakala berakar dalam suatu daera, Maka makna BUDAYA tidak mudah untuk diganti atau diubah HANYA KARENA KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN WAKTU . Dengan demikian fungsi terbesar dalam berbagai kehidupan dalam masyarakat HANYALAH TUNTUTAN HIDUP dan pedoman tertinggih dalam segala bentuk keperluan seperti upacarah apa saja yang sudah merupakan perumusan dengan tahapan yang sudah diatur sesuai tujuan acarah dengan Nilai SAKRAL adat .
Contoh SAKRAL hasil pantauan media , seekor hewan yang disembeli (Ayam )terutama darahnya duperuntukan kepada dewa kemudian memakan sendiri sisah daging dan darahnya , sembelihan ini menggambarkan rasa solidaritas dengan Dewa . Dalam hal ini dewa arau para Dewa dipandang sebagai warga yang hadir namun tidak kelihatan .
Oleh karena itu NILAI BUDAYA dalam sembelihan hewan dalam upacarah SAKRAL merupakan sesuatu yang sangat berharga , bermutu dan menunjukan kualitas berguna di daratan Sumba dalam sajian meriah .**Red(Paul/Eman Ledu) .






