MISA SYUKUR PATER PEDRO (Jangan takut,mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia)

Bagian 2:
Oleh Agustinus B.Wuwur
(Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat/Ketua KOMSOS Paroki.St.Petrus dan Paulus Waikabubak)

Perayaan syukur diisi pula dengan sambutan-sambutan ,yang pertama oleh perwakilan keluarga/panitia disampaikan Bapak Titus Diaz Liurai. Ia bersyukur kepada Tuhan atas berkat-Nya sehingga perayaan ekaristi perdana Pater Pedro bisa terlaksana dengan baik. Ia berterima kasih kepada para pihak yang telah memberikan dukungan kepada sang yubilaris Pater Pedro pada acara syukuran yang penuh makna.Ia pun berterimakasih kepada anggota koor kolaborasi pagujuban Ngada,Lingkungan Pada Eweta,dan GKS. Titus berharap Tuhan akan membalas kebaikan pada waktunya. Berkaitan dengan motto tahbisan Pater Pedro ,Titus berpesan kepada Pater Pedro agar tidak menguasai orang tetapi ikut mengantar orang agar selamat, serta teguh dalam panggilan. Romo Yeremias Aquino Nazuli saat sambutan mewakili Pastor Paroki St.Petrus dan Paulus Waikabubak berpesan kepada Pater Pedro jadilah orang yang murah hati dan rendah hati,selalu belajar untuk taat kepada provinsial, dan menekuni perjalanan imamat selanjutnya.Sedangkan Pater Pedro dalam sambutannya menyampaikan tokoh idolanya adalah Santo Petrus karena ia bercermin pada Petrus berkaitan dengan pengalaman akan Allah yang membaharui kehidupan Petrus.

Menurut Pater Pedro motto tahbisannya adalah teks favorit yang sudah dipilihnya 11 tahun yang lampau ketika mau masuk KPA, dan ia memiliki prinsip, hidup adalah: anugerah,panggilan dan perutusan. Dan pada tahun 2015 ia mengambil keputusan melamar ke Redemptoris, banyak tantangan dari pihak keluarga,terutama orang tua yang merasa kaget ketika Pedro mengungkapkan niatnya menjadi imam.

Pater Profinsial Redemptoris Indonesia, Yakobus Umbu Warata,CSsR ketika menyampaikan sambutan menyampaikan banyak hal berkaitan dengan karya para misonaris Redemptoris di tanah Sumba.Ia menasihati Pater Pedro agar dalam karya pelayanan melayanilah dengan tulus. Dan dalam hidup membiara kalau bertengkar pada hal-hal besar yang menghasilkan karya yang besar. Hindari hal-hal yang tidak penting.

Bupati Sumba Barat Bapak Johanis Dade,SH atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat,pribadi,keluarga dan seluruh masyarakat Sumba Barat saat sambutan menyampaikan proficiat kepada Pater Pedro,CSsR. Hari ini adalah hari istimewa bukan hanya bagi Pater Pedro dan keluarga,tetapi juga bagi Gereja,bagi Kongregasi Redemptoris,dan bagi masyarakat Sumba Barat. Harap bupati tema “Jangan takut,mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia” tidak hanya berhenti sebagai tema ,tetapi sungguh-sungguh menjadi semangat yang menghidupi perjalanan panggilan dan pelayanan Pater Pedro.

Sebagai seorang imam diharapkan mampu menghadirkan kesaksian iman melalui perkataan,sikap,dan terutama dalam kehidupan sehari-hari. Hidup dekat dengan umat,dengan keluarga-keluarga,anak-anak muda,dekat dengan mereka yang kecil,lemah,dan sering kali kurang mendapat perhatian.
Tidak semua orang tua mendapat kesempatan dan rahmat seperti ini ungkap Bupati Johanis.Untuk itu kepada kedua orang tua dan keluarga bupati menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya karena telah rela berkorban demi tumbuhnya benih panggilan dalam diri Pater Pedro. Kebahagiaan orang tua hari ini karena melihat anak yang dicintai memilih mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan dan mengabdikan diri untuk melayani sesama. Dan bupati berpesan kepada Pater Juliant Pedro Claudio,CSsR, agar menjadi penjala manusia yang bekerja dengan kasih,dengan keteladanan,dengan pelayanan dan doa.

Bapak bupati pun sempat menyinggung hal lain berkaitan dengan kamtibmas di Sumba Barat,bahwa beberapa hari yang lalu,kita bersama-sama mengetahui bahkan menyaksikan sebuah peristiwa yang cukup memprihatinkan di tengah kehidupan masyarakat kita. Ia mengajak masyarakat bijak dalam menyikapi setiap persoalan,jangan mudah terprovokasi.

Kalau ada persoalan,mari kita duduk bersama. Kalau ada kekurangan kita perbaiki bersama. Apabila ada perbedaan pendapat,mari kita selesaikan dengan dialog. Karena kita semua hidup dalam satu rumah bersama yaitu Pada Eweta Manda Elu. Kita semua harus membantu mereka menjadi pribadi-pribadi yang mampu berpikir jernih,melihat persoalan dengan bijaksana,membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik,dan berani memilih apa yang benar.

Peristiwa tersebut hendaknya menjadi bahan refleksi dan pelajaran berharga bagi kita semua.Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar.Jangan mudah menghakimi.Jangan menjadikan setiap kejadian sebagai alasan untuk memecah-belah persatuan masyarakat ajak bupati Johanis.

Pada aras pemikiran ini,peran Gereja,para imam,para biarawan dan biarawati,para hamba Tuhan dari gereja-gereja lainnya,serta para tokoh agama dari berbagai agama menjadi sangat penting. Gereja tidak hanya hadir untuk melayani umat secara liturgis,tetapi juga memiliki peran yang sangat srtrategis dalam pembinaan moral,membangun karakter,memperkuat iman,dan mendampingi umat. Terutama mendampingi anak-anak muda kita, karena anak-anak muda adalah masa depan Sumba Barat. Mereka harus kita dampingi agar tidak mudah terprovokasi,tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar,dan tidak mudah terbawah oleh berbagai kepentingan yang dapat memecah belah persaudaraan.
Karena itu bupati berharap Gereja,para imam,para pastor,para pendeta,para hamba Tuhan,para tokoh agama,para tokoh masyarakat,dan juga para orang tua terus memberikan pendampingan kepada generasi muda kita. Dengan kasih,keteladanan,dan pendampingan yang tulus,marilah kita menjadi “penjala manusia” yang menghadirkan kebaikan,harapan,dan kehidupan bagi sesama” demikian pesan Bupati Johanis. Proficiat Pater Pedro. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *