Berita Terbaru
Mengenang Stefanus Malo Ngongo, Sosok Pemimpin Umat yang Mengabdi Sepenuh Hati untuk Gereja Acong, Penyanyi Tunanetra: Melihat dengan Hati, Bermusik dengan Rasa Kerusakan Pembangunan Alun-Alun Tambolaka Jadi Temuan Komisi 2 DPRD SBD, Kadis PU Siap Perbaiki. Gedung Koperasi Megah Pasar Lama Radamata: Antara Kemubaziran Anggaran dan Solusi Alih Fungsi Kehadiran Ibu Bupati SBD, bersama jajaran (OPD)lokusnya monitoring dan evaluasi stunting di posyandu Waipahanduk desa Waimaringi Kecamatan Kodibalagha. Pasolapos.Com==Acara yang berlangsung pada jumat 24/07/2026 di desa waimaringi dalam rangka melakukan stunting di wilayah kecamatan kodi balaghar serta penurunan angka stunting di desa waimaringi kecamatan kodi balaghar ” Camat Kodi Balaghar LODOWIK ALALO bersama bupati Ratu Wulla Talu,ST Beserta jajaran dan masyarakat tujuan memantau keadaan (STUNTING) “Kedatangan bupati Ratu Wulla Talu,ST, ini bertujuan memantau langsung penanganan Stunting dan menyampaikan beberapa persoalan tentang jalan insfrastruktur dari waimangura hingga kodi kahale akan saya hopmiks” “Dalam kunjungan tersebut , bupati juga menyampaikan dalam rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan dari waimangura hingga kodi kahale, ujar bupati di saat berdialog di tengah masyarakat ” “Selain insfrastruktur , fokus utama kita adalah berupaya percepat penurunan Stunting saya minta agar bupati kecamatan kodi balaghar bersama para kepala desa mengoptimalkan kegiatan stunting ” “Salah satu strategisnya, adalah memanfaatkan momentum perkumpulan warga di saat beribadah, camat juga harus bekerja sama dengan para kepala desa di seluruh wilayah seluruh balaghar adakan kegiatan stunting

Wartawan di SBD Diduga Dikeroyok dan Diancam Saat Liputan Kunjungan Menteri Kesehatan

TAMBOLAKA — PASOLAPOS.COM – Seorang wartawan lokal di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Gunter Meha, diduga menjadi korban pengeroyokan, pemukulan, dan ancaman saat menjalankan tugas jurnalistik di area RSUD Reda Bolo, Kamis (23/4/2026).

 

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang meliput kunjungan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama rombongan pemerintah yang meninjau pembangunan serta kesiapan fasilitas rumah sakit.

 

Menurut keterangan korban kepada pihak kepolisian, insiden terjadi usai rangkaian kegiatan peliputan masih berlangsung di dalam area rumah sakit. Ia mengaku tiba-tiba diserang oleh beberapa orang dari belakang.

 

“Saya dipukul di bagian tengkuk, ditendang hingga terjatuh, dan tidak mengenal semua pelaku,” ujar Gunter saat memberikan keterangan kepada aparat Polres Sumba Barat Daya.

 

Korban menyebut salah satu terduga pelaku dikenal dengan nama Aste, sementara pelaku lainnya belum diketahui identitasnya. Selain mengalami kekerasan fisik, korban juga mengaku mendapat ancaman serta mengalami perampasan telepon genggam saat mencoba merekam kejadian tersebut.

 

“Handphone saya dirampas saat hendak memvideokan peristiwa itu,” ungkapnya.

 

Peristiwa ini memicu kekhawatiran di kalangan jurnalis lokal terkait kebebasan pers di wilayah SBD. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut sebagai upaya menghalangi kerja jurnalistik dan membungkam media.

 

Kasus ini telah dilaporkan oleh korban ke Polres Sumba Barat Daya untuk diproses secara hukum. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi, dan terduga pelaku juga belum berhasil dikonfirmasi.

 

Sementara itu, tokoh masyarakat, Agustinus Wakur Kaka, mengecam keras tindakan kekerasan terhadap wartawan. Ia menegaskan bahwa perbedaan informasi seharusnya diselesaikan melalui klarifikasi, bukan dengan tindakan anarkis.

 

“Kalau ada informasi yang tidak sesuai, seharusnya diklarifikasi, bukan dengan kekerasan. Ini harus diproses hukum agar jelas persoalannya,” tegasnya.

 

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius semua pihak, mengingat peran pers sebagai pilar demokrasi yang harus dilindungi dari segala bentuk intimidasi dan kekerasan.

Tinggalkan Balasan