PASOLAPOS.COM || Tambolaka – Ekstensi Alun-Alun Kota Tambolaka selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik favorit masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Keberadaannya menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari tempat rekreasi keluarga, olahraga, hingga lokasi pelaksanaan berbagai kegiatan seni dan agenda pemerintah daerah. Namun, seiring meningkatnya intensitas kunjungan masyarakat, kondisi alun-alun justru menghadapi persoalan serius.
Padatnya aktivitas pengunjung dari waktu ke waktu dinilai berdampak langsung pada aspek kebersihan dan keindahan kawasan. Nilai estetika yang seharusnya menjadi daya tarik utama ruang publik tersebut perlahan mulai tergerus.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah tanaman dan bunga hias yang memiliki nilai komersial tinggi tampak tidak terawat. Beberapa di antaranya bahkan mati dan dikelilingi oleh tumbuhan liar. Ironisnya, terlihat pula hewan ternak yang bebas merumput tepat di area taman, sehingga semakin mengurangi keindahan alun-alun kota.

Padahal, jika dilakukan perawatan dan penataan secara rutin, keberadaan tanaman dan bunga hias tersebut justru dapat memperkuat kesan asri serta memperindah wajah Kota Tambolaka. Kondisi ini semakin diperparah dengan banyaknya sampah yang berserakan di berbagai sudut alun-alun, sehingga menciptakan kesan kumuh dan jauh dari harapan masyarakat.
Selain faktor perawatan dari pihak terkait, rendahnya kesadaran pengunjung terhadap kebersihan lingkungan juga menjadi persoalan tersendiri. Masih banyak pengunjung yang belum bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan ruang publik yang mereka gunakan.
Sejatinya, kehadiran ruang publik seperti alun-alun kota harus dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab oleh seluruh pihak, baik pengguna maupun Pemerintah Daerah sebagai penanggung jawab utama pengelolaan fasilitas umum.
Saat ini, Alun-Alun Kota Tambolaka tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan berolahraga, tetapi juga menjadi lokasi pementasan seni, kegiatan resmi pemerintah daerah, serta spot favorit untuk berfoto. Hasil foto tersebut kemudian diunggah ke berbagai media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram, yang secara tidak langsung membentuk citra daerah di mata publik luas.
Salah satu pengunjung, Riton, mengungkapkan harapannya agar alun-alun kota mendapatkan perhatian serius dari dinas teknis terkait. Menurutnya, jika dilakukan pembersihan dan perawatan secara berkala oleh petugas kebersihan atau pasukan kuning, maka kawasan tersebut akan terlihat jauh lebih indah dan tertata.
“Seharusnya alun-alun Kota Tambolaka dibersihkan secara rutin agar semakin indah dan rapi, apalagi sudah ada pasukan kuning atau petugas yang memang ditugaskan untuk merawat taman,” ujar Riton.
Lebih lanjut, Riton juga menekankan bahwa Alun-Alun Galatama merupakan salah satu ikon dan wajah pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Kita ketahui bersama, taman kota adalah salah satu wajah atau replika kecil dari pariwisata Sumba yang bisa mengundang banyak wisatawan,” katanya.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Daerah dan dinas teknis terkait agar segera mengambil langkah konkret dalam menjaga kebersihan serta keindahan Alun-Alun Kota Tambolaka sebagai ruang publik dan etalase pariwisata daerah.
(Redaksi – Rivon)












