PASOLAPOS.COM — Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla bersama Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka menerima kunjungan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Senin, 9 Maret 2026. Kunjungan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat Daya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST., Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka, S.P., Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal Dimposma Sihombing, Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana Daerah Tertinggal Teguh Hadi Sulistiono, Direktur Pembangunan Daerah Khusus Ridha Haykal Amal, Kasubbag Tata Usaha Dit. PPSP Desman Armando, Dewan Pakar Perhimpunan Filantropi Indonesia Hamid Abidin, Senior Partnership and External Relation Lead Angel Investment Network Weny Faradita Apriliani, CEO Atourin Benarivo Triadi Putra, Dekan FEB Universitas Terbuka Dr. Meirani Harsasi, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan FEB UT Olivia Idrus, S.E., M.Si., Kepala Laboratorium Bisnis FEB UT Dr. Halim Dedy Perdana, S.E., M.SM., Dosen Prodi Pariwisata FEB UT Nihan Anindyaputra Lanisy, S.E., M.Sn., Dosen Prodi Kewirausahaan FEB UT Muhammad Adam Sudaryanto, S.E., MBA., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ariyanto Dangga Loma, serta Kepala Dinas Pariwisata Heribertus D. Hakalolu.
Pada kesempatan tersebut, sambutan disampaikan oleh Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal, Dimposma Sihombing. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya yang telah menerima kunjungan tersebut. Menurutnya, kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan monitoring yang dilakukan oleh kementerian, khususnya terhadap daerah tertinggal, guna mendorong percepatan pembangunan agar kondisi daerah semakin berkembang.
Dimposma juga menjelaskan bahwa program Pengabdian Alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (PANA-LPDP) telah ditempatkan di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk memberikan kontribusi nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki para alumni bagi kemajuan daerah. Program tersebut mengusung tema peningkatan kapasitas desa wisata dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana Daerah Tertinggal, Teguh Hadi Sulistiono, menyampaikan bahwa Kabupaten Sumba Barat Daya masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait keterbatasan jaringan internet. Hal ini menjadi catatan bagi pihak kementerian untuk dikoordinasikan lebih lanjut di tingkat nasional agar permasalahan tersebut dapat segera ditangani.
Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Bupati juga menjelaskan bahwa sebelumnya program Pengabdian Alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (PANA-LPDP) telah melakukan implementasi kegiatan lapangan, khususnya dalam pengelolaan sektor pariwisata pada empat desa di Kabupaten Sumba Barat Daya, yaitu Desa Karuni, Desa Watukawula, Desa Maliti Bondo Ate, dan Desa Pero Konda. Program tersebut menjadi wujud nyata kontribusi para alumni LPDP dalam mendukung pembangunan masyarakat di daerah.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui pengembangan sektor pariwisata dan pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Barat Daya, persentase penduduk miskin menunjukkan tren penurunan dari tahun 2024 ke tahun 2025.
Pada tahun 2024, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 102,05 ribu jiwa atau sekitar 27,2 persen. Sementara pada tahun 2025 angka tersebut menurun menjadi 97,68 ribu jiwa atau sekitar 25,66 persen.
Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa berbagai upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah mulai memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Redaksi (Paul).












