Sumba Barat — Pasolapos.com || Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali, S.S., M.H, yang juga merupakan putra asli daerah, hadir secara langsung dalam pelaksanaan ritual adat Wula Poddu di Kampung Tarung pada Senin, 17 November 2025. Kehadiran beliau menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi leluhur sekaligus bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang masih dijaga dengan kuat oleh masyarakat Sumba.
Wula Poddu merupakan salah satu rangkaian adat sakral yang diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang masyarakat Tarung. Upacara ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga dan menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Yohanis Nisa Pewali menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para tetua adat dan seluruh masyarakat Kampung Tarung atas tetap terjaganya tradisi Wula Poddu hingga saat ini. Ia menilai bahwa kegiatan adat seperti ini mampu memperkuat ikatan sosial, serta menjadi warisan yang harus terus dirawat sebagai identitas Sumba Barat.
Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama penyelenggaraan kegiatan adat agar pelaksanaan tradisi dapat berlangsung khusyuk, aman, dan penuh makna. Sebagai kampung “Ina Ama” atau kampung asal leluhur, Kampung Tarung memiliki posisi penting dalam sejarah masyarakat Sumba Barat, sehingga pelestarian tradisi di wilayah ini perlu mendapat perhatian khusus.
Pada momen tersebut, AKBP Yohanis juga mengingatkan tentang nilai-nilai luhur dalam kepercayaan Marapu, warisan leluhur yang meski tidak tertulis, namun tetap mengajarkan masyarakat untuk menghormati Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa. Beliau menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga menjaga nilai-nilai moral dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Selain memberi pesan moral, Kapolres turut mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya adat sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran Kapolres Sumba Barat dalam kegiatan adat ini juga mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung pelestarian budaya lokal, sekaligus memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat adat. Langkah seperti ini diharapkan dapat menciptakan kedekatan emosional antara aparat keamanan dengan masyarakat, sehingga tercipta sinergi yang lebih baik dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan ketertiban di Kabupaten Sumba Barat.

