PAKAMANDARA.COM || Umat Katolik se-Dekenat Weetebula pada Jumat (20/3/2026) melaksanakan ziarah Jalan Salib dengan mengusung tema utama “Gereja sebagai Visioner Pengharapan”. Kegiatan rohani ini dimulai dari SDK Ombacolo dan berakhir di Gereja Santo Petrus Kalaver Pakamandara sebagai bagian dari penghayatan iman umat selama masa Prapaskah.
Ziarah diikuti oleh para siswa, guru, orang tua, serta umat dari berbagai stasi di wilayah Dekenat Weetebula. Sejak pagi hari, umat telah berkumpul di SDK Ombacolo untuk mengikuti doa pembuka yang menandai awal perjalanan iman yang penuh makna.
Dalam suasana hening dan khidmat, para peserta berjalan bersama mengikuti setiap perhentian Jalan Salib. Doa-doa permenungan dan nyanyian rohani dilantunkan sepanjang perjalanan, mengajak umat untuk merenungkan sengsara dan pengorbanan Yesus Kristus sebagai sumber harapan bagi dunia.
Tema “Gereja sebagai Visioner Pengharapan” menjadi pesan utama dalam seluruh rangkaian ziarah. Umat diajak menyadari bahwa Gereja hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pembawa harapan di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat.
Dalam renungan dan khotbah yang disampaikan selama perjalanan, umat diingatkan bahwa Gereja dipanggil untuk menjadi terang bagi sesama, menghadirkan kasih, penghiburan, serta solidaritas, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan hidup. Salib Kristus dipahami sebagai tanda harapan yang menuntun umat menuju kebangkitan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan iman bagi generasi muda. Para siswa yang mengikuti ziarah belajar tentang arti pengorbanan, kesetiaan, dan tanggung jawab sebagai anggota Gereja yang dipanggil menjadi pembawa harapan di lingkungan sekitar.
Kebersamaan umat tampak nyata sepanjang perjalanan. Para peserta saling membantu, menjaga ketertiban, serta menunjukkan semangat persaudaraan yang kuat sebagai satu keluarga besar umat Allah di Dekenat Weetebula.
Meski perjalanan cukup panjang dan melelahkan, umat tetap berjalan dengan penuh semangat dan sukacita iman. Langkah demi langkah menjadi simbol perjalanan hidup umat yang terus diarahkan pada pengharapan akan kasih Tuhan.
Setibanya di Gereja Santo Petrus Kalaver Pakamandara, umat mengikuti doa penutup dan menerima berkat bersama. Suasana haru dan syukur menyelimuti seluruh peserta yang telah menyelesaikan ziarah dengan penuh penghayatan iman.
Dalam sambutan penutup, Pastor Paroki Tambolaka, Pater Verdi, menyampaikan bahwa lokasi tersebut merupakan awal lahirnya umat Katolik di Pulau Sumba dan telah berusia lebih dari 130 tahun. Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membenahi kawasan tersebut agar dapat dikembangkan menjadi ikon wisata religius di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Sementara itu, Asisten II Setda SBD, Oktavianus Dapa Deda, menegaskan bahwa pemerintah mendukung kehidupan menggereja serta pembangunan yang membawa kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa aspirasi umat terkait pengembangan lokasi ziarah sebagai aset wisata religius akan diteruskan kepada Bupati dan Wakil Bupati SBD.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat iman, persatuan, dan semangat pelayanan umat Katolik, serta mendorong Gereja untuk terus hadir sebagai pembawa harapan di tengah kehidupan masyarakat.

