WAKIL BUPATI SUMBA BARAT TERIMA YAYASAN YAPNUSDA, BAHAS PENANGANAN PERSOALAN DI SEKOLAH DASAR KATOLIK
================================================
PASOLAPOS.COM,SUMBA BARAT – Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, S.Sos, menerima kunjungan Kepala Yayasan Yapnusda, Rm. Marsel Lamunde,Pr, di ruang kerja Wakil Bupati. Rabu, (9/9/2026.)
Pertemuan tersebut membahas persoalan pelecehan seksual terhadap murid oleh oknum Guru yang terjadi disalah satu Sekolah Dasar Katolik (SDK) yang berada dibawah naungan Yayasan Yapnusda. Dalam pertemuan itu, pihak yayasan menyampaikan persoalan yang terjadi sekaligus meminta saran dan masukan dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat terkait langkah penanganan yang perlu dilakukan.
Wakil Bupati Sumba Barat,Thimo Ragga didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Yermia Ndapa Doda, S.Sos, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Kabupaten Sumba Barat, Yakobus Jefrison Dapamerang, SP, MM, serta Asisten Administrasi Umum (Asisten III), Daniel Umbu Sunga, S.STP., M.Tr.I.P. Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa kasus yang terjadi harus mendapat perhatian serius dari semua pihak. Wakil Bupati meminta agar proses penanganan terus dikawal dan proses hukum dilanjutkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Wakil Bupati, penanganan kasus tidak boleh berhenti pada satu tahapan, tetapi perlu dikawal secara serius agar seluruh proses dapat berjalan sebagaimana mestinya serta memberikan kepastian dalam penanganannya.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, pihak yayasan dan pihak-pihak terkait dalam menangani persoalan tersebut, dengan tetap memperhatikan kepentingan dan perlindungan anak.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Barat, Yermia Ndapa Doda, S.Sos, menyinggung mekanisme terkait pergantian kepala sekolah.
Sekda menegaskan bahwa proses pergantian kepala sekolah kedepan harus dilakukan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku, termasuk melalui pengusulan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) apabila berkaitan dengan aparatur yang berada dalam kewenangan tersebut.
“Berkaitan dengan pergantian kepala sekolah, kami harus mengusulkan ke BKN. Tidak seperti yang lalu lagi, kalau ganti tinggal ganti,” tegas Sekda.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Administrasi Umum (Asisten III), Daniel Umbu Sunga, S.STP., M.Tr.I.P, menyoroti pentingnya aspek pemulihan terhadap anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Menurut Asisten III, selain proses hukum, perhatian serius juga perlu diberikan terhadap kondisi dan pemulihan anak agar mereka dapat kembali memperoleh rasa aman dan kepercayaan, termasuk dalam lingkungan pendidikan.
“Bagaimana pemulihan terhadap anak-anak korban kekerasan seksual untuk mengembalikan kepercayaan publik,” menjadi salah satu perhatian yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Aspek pemulihan dinilai penting agar penanganan persoalan tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga memastikan kepentingan dan masa depan anak tetap menjadi prioritas.
Kepala Yapnusda, Rm. Marsel Lamunde,Pr, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat atas penyambutan dan perhatian yang diberikan terhadap persoalan yang sedang dihadapi. Rm. Marsel Lamunde berharap komunikasi dan koordinasi antara pihak yayasan dan pemerintah daerah dapat terus terjalin dalam mencari langkah terbaik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan Yapnusda dalam menangani persoalan pendidikan secara serius, sekaligus memastikan perlindungan, keamanan, serta kepentingan terbaik bagi peserta didik tetap menjadi perhatian utama.
Redaksi: PAUL

