Terbongkar Kasus Pembunuhan Dengan Alasan Sementara,di Kabupaten Sumba Barat Daya

Kapolres SBD saat melakukan razia barang tajaman.

PASOLAPOS.COM – Kasus pembunuhan yang menghebohkan warga tersebut terjadi di pekan yang sama di dua wilayah desa yang berbeda, yaitu Desa Wepangali,Kecamatan Kota Tambolaka dengan satu korban jiwa dan Desa Kalembuweri, Kecamatan Wewewa Barat yang juga memakan korban jiwa sebanyak 2 orang almarhum Panus dan Agus.

 

Maraknya kasus pembunuhan ini membuat Kepolisian Polres SBD langsung mengambil langkah yang cepat dalam mengamankan para pelaku.

 

Setelah peristiwa tersebut, Kapolres SBD, AKBP Sigit Harimbawan dengan cepat mengeluarkan surat perintah untuk melakukan razia operasi sanjata tajam disepanjang lokasi publik.

 

Surat itu dikeluarkan sebagi upaya untuk mencegah terjadinya konflik sosial di wilayah hukum Polres SBD, nomor; SPRINT / 144 /VI /PAM / 2023.

 

Hasil pantauan langsung media pasolapos.com di sekitar jalan karakat terlihat Kapolres Turun langsung melakukan rahazia parang tajaman bagi warga yang mengunakan parang yang berkendaraan maupun pejalan kaki.

Para anggota ikut melaksanakan operasi razia.

Hal itupun mendapat tanggapan positif dari anggota DPRD SBD, Yohanes Routa Geli.

 

Yohanes mengapresiasi tindakan dan langkah yang di ambil Polres SBD dalam mewujudkan serta menjadikan wilayah yang aman dan bebas dari konflik sosial.

 

Sambungnya langkah penegak hukum sangat tepat dalam upaya mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Anggota DPR Yohanes Routa saat duduk di halaman lopo Media Pasolapos.com.

Yohanes juga menjelaskan bahwa masyarakat sering membawa senjata tajam merupakan hal yang sudah menjadi kebiasaan, namun perlu dibedakan, orang yang ke kebun pasti membawa cangkul dan parang, ke pesta pasti berpakaian adat. Tapi kalau hanya jalan-jalan baru di dalam celana levis panjang (Jeans-red) ada parang itu perlu dipertanyakan,” ungkapnya.

 

Tentunya, pihak keamanan memiliki rencana baik dalam menjadikan wilayah yang tentram dan damai, sehingga ia meminta masyarakat tetap bersama-sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” Ungkap Anggota Dewan asal Kota Loura itu.

 

Kasat Reskrim Polres SBD, Iptu Rio Rinaldy Panggabean saat di konfirmasi ia membuka alasan sementara para pelaku kasus pembunuhan.

 

Ia menyampaikan para pelaku pembunuhan dari kedua tempat yang berbeda itu sudah diamankan oleh Polres SBD.

 

“Semuanya sudah kami tangani para pelaku sudah kami tahan dari dua kasus peristiwa pembunuhan,” saat di konfirmasi media, Jumat 30 Juni 2023.

 

Ia juga menyampaikan, dari hasil pendalaman penyebab pelaku pembunuhan di Desa Wepangali dikarenakan rasa tersinggung korban tidak mau diajak untuk konsumsi minum keras (miras) bersama pelaku.

 

Hal yang sama juga seperti di Desa Kalembuweri. Di mana alasan pelaku juga tersinggung karena dimaki.

 

“Untuk yg di weepangali penyebab pembunuhan sudah di dalami hingga saat ini, pelaku tersinggung dikarenakan korban tidak mau diajak mengkonsumsi miras bersama-sama. Yang di karakat motif tersinggung gara-gara dimaki.

 

Terkait isu yang beredar peristiwa yang terjadi di weepangali bahwa masih ada oknum pelaku yang belum di tangkap di bantah oleh Kasat Reskrim karena hasil pemeriksaan.

(Red***Paul/Hans).

Tinggalkan Balasan