Suara Rakyat Kecil,Kurangnya Apresiasi Terhadap Petani.

Sumba Barat Daya…..Kabupaten Megah dan Gagah dengan sejuta kekayaan Alam…

Penulis: Salman Ngongo.

Fotografer: Salman Ngongo (Dok.Pribadi Pasolapos).

Sebagai wilayah Agraris, salah satu Unggulan ekonomi Sumba Barat Daya adalah pertanian.Tetapi sering kita dengar bahwa pertanian di Daerah ini hanya tinggal mitos…..

Maraknya impor berbagai komoditas makin membuat ‘status’ sebagai Daerah agraris lemah….

Laju pertumbuhan produksi pangan relatif lambat jika dibandingkan dengan kebutuhan pangan yang terus meningkat akibat pesatnya pertumbuhan penduduk. Luas lahan pertanian terus berkurang seiring makin gencarnya konversi lahan,ditambah kurangnya “Apresiasi” terhadap petani.Target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045 nampaknya akan menjadi mimpi belaka jika permasalahan regenerasi petani terus dibiarkan.

 

Pada akhirnya hal-hal tersebut mengancam program pencapaian swasembada pangan. Seperti yang kita ketahui “Tiga Batu Tungku” SBD sebenarnya memiliki potensi yang sangat tinggi di sektor pertanian.

“Ada Anggapan” yang mengatakan; Coba bandingkan dengan daerah-daerah maju yang sudah lama menerapkan cara pertanian modern…

Anggapan tersebut seluruhnya tidak benar bahkan anggapan itu sepatutnya salah…..Loura,Kodi dan Wejewa tetap dapat mengandalkan pertaniannya secara mandiri….

Memang banyak pekerjaan yang harus dibereskan untuk mewujudkan pertanian di Daerah yang tangguh dan modern.
Komitmen tinggi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan serta implementasi kebijakan yang tepat, terutama dalam memajukan pertanian dalam suatu Wilayah, menjadi kunci kesuksesan untuk meraih harapan sukses tersebut.

Sang Pemimpin Daerah pun bertekad tidak akan mengimpor Komoditas lagi Daerah-daerah luar.

Tak dipungkiri wilayah kita “AKAN” Maju tanpa impor-impor barang dan jasa yang ternyata bisa dihasilkan di wilayah sendiri….

Semua tahu SBD punya segudang potensi. Masyarakatnya selalu membaur dengan Alam,,,,,…

Contohnya kenyataan bertani di tengah kota…ada sebuah tanah di tengah perkotaan Tambolaka yang mampu mengahasilkan 1 Ton Padi setiap tahunya….Tanah dengan ukuran 50 X 30 menjadi perbincangan hangat warga dengan hasil panen yang sangat dibilang sukses…

Ini bukanlah sebuah persaingan namun mampu menggerakan para Petani untuk semakin Ulet dalam pekerjaannya….

Daerah-daerah dalam Wilayah SBD sudah banyak menunjukan tanda kesuksesan kembali di bidang pertanian..

Buktinya Kodi telah mengahasilkan bawangnya sendiri…Uluran tangan Pemda dalam hal ini mampu membawa berkah berlipat-lipat ganda untuk SBD….

Wejewa dengan pemangku hasil-hasil alam terbesar sejak dahulu,bukanlah berita baru. Dan sepatutnya wilayah ini dijadikan Aspirasi Wakil Rakyat kepada Pemerintah.

Loura??… Loura julukan “Daerah Perdamaian” hanyalah ilusi karena perdamaian kesejahteraan ekonomi dan sosial yang masih dalam proses akan pencapaianya…Dan wilayah satu ini menanti Pembangunan-Pembangunan Kedepanya…

 

Tinggalkan Balasan