SD NEGERI DEDEKADU MERAIH MEDALI EMAS WICE 2026,
AJANG INTERNASIONAL DI KOTA DAMANSARA MALAYSIA.
Oleh Agustinus B.Wuwur
Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat/Ketua KOMSOS
Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak.
PASOLAPOS.COM,WKB==Kamis (1/10/2026) Pasolapos berkunjung ke SDN Dedekadu untuk mewawancarai kepala sekolah,guru pendamping, murid peserta lomba karya ilmiah yang berlangsung (20 s.d.24/9/2026) di SEGi University ,Kota Damansara,Malaysia. Peserta lomba dari SD Negeri Dedekadu:1) Ecnay Citra Lunga Tenabolo.2) Jazila Ringu Langu.3) Birgita Indah Ringu Langu.4) Kenzy Shodhozyn Alresko Duka.5) Raditno Vilens Julio Yagi. Supervisor penelitian Jurischa Yordan Here,Pd.,Gr; sedangkan guru Bahasa Inggris di sekolah Ibu Arniati A.Ina Daingo.
Kepala Sekolah SDN Dedekadu Ibu Wari Binawati,S.Pd.SD menjelaskan kepada Pasolapos bahwa karya ilmiah yang diprestasikan anak-anak ketika lomba berjudul “BIO-NLE : The Efficacy of Azadirachta indica Leaf Extract Biotherapy on Homeostatic Glycemic Response”. Ketika ditanya mengapa memilih judul tersebut, Ibu Wari mengatakan bahwa karena diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
Alasan berikutnya bahwa di lingungan Sumba,NTT, tanaman Azadirachta indica tersedia dan secara tradisional telah dikenal sebagai tanaman yang memiliki berbagai manfaat. Penelitian ini mencoba melihat potensi ekstrak daun Azadirachta indica sebagai terapi komplementer,bukan sebagai pengganti pengobatan medis.
Menurut Ibu Wari penelitian melibatkan 20 subjek yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah makan atau postprandial diukur menggunakan glukometer. Penelitian juga menguji 3 konsentrasi,yaitu 2 gram,3 gram,dan 4 gram. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecendrungan penurunan dan kestabilan kadar gula darah postprandial pada kelompok yang mendapatkan ekstrak dibandingkan kelompok kontrol. Dari uji organoleptik, formulasi 2 gram memperoleh tingkat penerimaan tertinggi.
WICE 2026 merupakan Word Invention Competition and Exhibition, sebuah kompetisi inovasi internasional yang diselenggarkakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) bekerjasama dengan SEGi University Malaysia. Berdasarkan informasi penyelenggaraan WICE 2026, kompetisi diikuti oleh 517 tim dari 12 negara : Indonesia,Malaysia,Hong Kong,Thailand,Meksiko,Korea Selatan,Vietnam,Tiongkok,Kanada,Uzbekistan,Bangladesh,dan Belarus. Untuk kategori luring,WICE 2026 berlangsung pada 20-24 September 2026 di SEGi University,Kota Damansara,Malaysia.
Pembiayaan keberangkatan dan kebutuhan selama mengikuti kompetisi,pembiayaannya dilakukan sesuai dengan dukungan dan sumber dana utama Yayasan Indonesia Sejahatera Barokah dalam hal ini delegasi SD Negeri Dedekadu dari TERANG SUMBA,dan didukung oleh sekolah dan orang tua. Lebih lanjut Ibu Wari menjelaskan ia tidak ikut ke Malaysia, namun tetap memberikan dukungan penuh kepada anak-anak dan guru pendamping sejak proses persiapan,penelitian,hingga mereka mengikuti kompetisi,dan terus berkomunikasi dengan tim selama kegiatan berlangsung. Mantan Kepala sekolah SD Negeri Dedekadu (pensiunan) Ibu Maria Dada Kadi,SPd, sebagai bonus ia ikut mendampingi anak-anak dalam lomba tersebut , karena dari awal turut mempersiapkan anak-anak.
Dan yang paling membanggakan bagi SD Negeri Dedekadu adalah anak-anak berani membawa karya dari sekolah di Sumba Barat ke tingkat internasional. Prestasi ini menjadi motivasi bagi SD Negeri Dedekadu mengembangkan budaya penelitian,kreativitas,dan inovasi di sekolah. Karena WICE merupakan kompetisi internasional maka peserta dari SD Negeri Dedekadu bertemu dengan peserta dari berbagai negara.
Kompetisinya sangat beragam karena setiap negara membawa karya dan inovasi dengan keunggulan masing-masing. Bagi SD Negeri Dedekadu yang paling penting bukan melihat negara mana yang menjadi lawan terberat,tetapi bagaimana anak-anak dapat belajar dari peserta lain,meningkatkan kemampuan mereka,dan mampu memmpresentasikan karya penelitian mereka dengan baik di tingkat internasional.
Rencana selanjutnya dari ibu kepala sekolah ke depan nanti ingin mempersiapkan anak-anak dengan baik sejak awal. Mendorong kegiatan penelitian dan inovasi agar tidak hanya dilakukan ketika ada lomba,tetapi menjadi bagian dari budaya belajar di sekolah.Akan meningkatkan kemampuan anak-anak dalam tiga hal,yaitu penelitian,komunikasi atau presentasi dalam Bahasa Inggris,dan kemampuan membuat inovasi yang sesuai dengan permasalahan di lingkungan sekitar . Dan diharapkan pengalaman WICE 2026 dapat menjadi awal bagi munculnya lebih banyak karya dan prestasi dari peserta didik dari SD Negeri Dedekadu.
Ketika ditanya Pasolapos apakah ada hadiah khusus untuk anak-anak peserta lomba,ibu kepala sekolah yang baru menjabat (1/9/2026) menjelaskan bahwa selain medali emas dari WICE 2026,penghargaan yang paling berharga bagi anak-anak adalah pengalaman mengikuti kompetisi internasional,kesempatan bertemu dengan peserta dari berbagai negara,serta pengalaman mempresentasikan hasil penelitian mereka di tingkat internasional. Untuk hadiah khusus lainnya akan disampaikan sesuai dengan penghargaan resmi yang diterima oleh tim dari penyelenggara. SD Negeri Dedekadu juga mendapat Award Special,sehingga memperoleh 2 medali emas.
Anak-anak yang diwawancarai : 1). Ecnay Citra Lunga Tenabolo ketika diwawancarai di ruang kepala sekolah ,mengatakan ketika ia mengikuti lomba awalnya agak gugup karena takut tidak dapat juara,itu terjadi pada( 21/9/2026) saat tampil takut salah ucap Bahasa Inggris. Saat dengar hasil senang karena membawa nama SD Negeri Dedekadu. 2) Jazila Ringu Langu menjawab singkat , awalnya takut menjawab pertanyaan dewan juri,setelah dapat hasil senang karena terbayar semua yang diperjuangkan dengan susah payah. 3) Birgita Indah Ringu Langu, saat presentasi gugup,takut tidak dapat juara kecewakan orang-orang yang sudah berikan suport. 4) Kenzy Shodhozyn Alresko Duka, saat lomba (21/9/2026) agak gugup takut tidak dapat juara,ada rasa takut ucapkan Bahasa Inggris,saat dengar hasil pengumuman senang karena membawa nama SD Negeri Dedekadu. 5) Raditno Vilens Julio Yagi,ketika mendengar hasil juara dapat medali emas,perasaan sangat senang dan terharu bisa ikut lomba di tingkat internasional, bisa membawa nama sekolah,Kabupaten Sumba Barat ,dan Negara Indonesia.
Guru pembimbing Pak Jurischa Yordan Here,,S.Pd.,Gr ketika diwawancarai menjawab “sudah pasti bangga”, karena anak-anak yang saatnya harus bermain dan belajar,tetapi perlu mempersiapkan diri untuk belajar mengikuti lomba, dan ini bukan pembelajaran sederhana,tetapi di atas rata-rata ibarat belajar tingkat S2 buat penelitian. Dan harapan ke depan ada anak-anak SD Negeri Dedekadu bisa tampil lagi di ajang internasional. Untuk kelima anak asuh ini bisa tingkatkan kemampuannya di jenjang pendidikan selanjutnya.Di akhir wawancara Ibu Wari Binawati, istri dari Pak Yonatan Pati Wedu ini, berharap prestasi anak-anak tidak berhenti pada medali emas. Tetapi anak-anak didorong terus memiliki semangat belajar,meneliti,berinovasi,berani bawa nama sekolah di tingkat lebih tinggi. Dan ia berterimakasih kepada guru pembimbing,orang tua,semua pihak yang telah mendukung perjalanan anak-anak. Sarannya ke depan bisa ada beasiswa untuk anak-anak yang juara. Proficiat SD Negeri Dedekadu. ***

