Site icon Pasola Pos

Refleksi RAT INKOPDIT di Pontianak Kalimantan Barat,Kopdit Ine Ebu Mensejahterakan Anggotanya

Anggota Pengawas,Gerardus Gholo memberikan sumbangan duka kepada ahli waris dari onggota yang meninggal dunia di salah satu TP.

 

Agustinus B. Wuwur, Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat.

 

KSP Kopdit Ine Ebu adalah salah satu primer bernaung di bawah Pra Puskopdit Sumba, dengan kantor permanen terletak di Kelurahan Weekarou , Kecamatan Loli, Sumba Barat, NTT. Jumlah anggota 1901 mempunyai  7 Tempat Pelayanan (TP), termasuk  Kantor Kas di Weeluri yang akan dibangun kantor.

 

 

 

Bpk. Eko Kuntjoro staf manejemen  pada KSP Kopdit Ine Ebu yang mengikuti RATNAS INKOPDIT di Pontianak Kalimantan Barat menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan 2 hari 12 s.d 13 Juni 2024 itu sangat bermanfaat untuk diterapkan di primer masing-masing khususnya di Kopdit Ine Ebu.

 

 

Bpk. Eko juga menjelaskan kegiatan pada Kamis 13 Juni 2024 :  antarara lain  pendidikan berkualitas, pengentasan kemiskinan, mengakhiri kelaparan, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, yang dipaparkan Bpk. Stefanus Siagian , GM Inkopdit. Hal ini penting untuk dilakukan  di  primer-primer.  Dengan pengalaman mengikuti RATNAS , diperoleh pengetahuan bahwa soal pendidikan menjadi fokus juga bagi P3M (Pengurus, Pengawas, Penasihat, dan Manejer serta staf) di KSP Kopdit Ine Ebu yang dibahas juga   secara serius  pada rapat gabungan rutin bulanan  yang dilaksanakan (22/6/2024).

 

 

Uraian materi selanjutnya bahwa dengan adanya  kasus-kasus yang terjadi di tengah masyarakat telah diadakan studi kasus: 1). Kelaparan terjadi di mana-mana yang dialami masyarakat, hal itu tidak bisa dihindari tetapi harus dihadapi, dirangkul dan ikut aktif mencarikan solusi. 2). Kita bukan menyelematkan diri sendiri tetapi juga harus SELAMAT BERSAMA-SAMA. 3). Pada kasus kelaparan, apapun bisa terjadi, termasuk krimininalitas, perlu kepekaan untuk turut serta mengatasi kasus ini dengan beramal, memberi bantuan dsb. Kita tidak bisa membiarkan kasus-kasus  terjadi di lingkungan kita karena bisa terkena efek/imbasnya.

 

 

4). Kopdit  harus ikut serta menyelamatkan anggotanya dari kelaparan (mensejahterakan anggotanya), dengan cara membuat program/ produk yang berbasis pada situasi dan kondisi anggotanya dan bukan ditentukan oleh keinginan Pengurus. 5). Membuka/ melihat potensi anggota, menyediakan pendidikan non formal , pelatihan wirausaha dengan bahan baku yang ada di sekitarnya. Pangsa pasar adalah masyarakat/anggota yang tidak  berpenghasilan.

 

 

5). Membangun Koperasi HIJAU dengan program BIRU : MEMBANGUN BIOGAS (dari kotoran hewan) , telah dilakukan YRE Sumba di Sumba Timur, Kecamatan Kamanggi : Bapak Umbu Hinggu Panjanji ( HP 085 239152452, KOPERASI JASA PEDULI KASIH). Mengatasi kesenjangan antara ekspektasi dengan realita. Selain itu perlu diperhatikan bahwa apa-apa yang kita pelajari dalam perkoperasian harus dapat dilaksanakan, jadikan sesuatu yang dapat membantu kehidupan kita bahkan dapat menunjang kehidupan kita. Selain itu belajar berperilku sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Serta dengan kesadaran penuh bahwa sebagai makhluk sosial kita saling membutuhkan dan melengkapi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

 

 

Pak  Paulinus Sukur Ketua Pengawas KSP Kopdit Ine Ebu yang ikut pada pertemuan RATNAS INKOPDIT di Pontianak mensharingkan pula pengalamannya, berkaitan dengan testimoni Kopdit-Kopdit Besar di Kalimantan dengan aset triliunan rupiah, dengan SDM yang handal, sistem digitalisasi di semua aspek. Sebagai contoh anggota calon peminjam mengajukan pinjaman secara online. Sembari memberi contoh apabila seorang anggota mengajukan pinjaman produktif  usaha tempe maka staf dari Kopdit akan mendampingi, tidak membiarkan anggota berjalan sendiri, sehingga banyak keberhasilan yang diraih; juga usaha-usaha produktif lainnya. Selain itu sistem digitalisasi juga menjadi faktor penting yang turut menentukan majunya suatu Kopdit.

Peserta Ratnas Inkopdit dari KSP Kopdit Ine Ebu,pak Eko , Paul, Anton.

Peran unsur Pengurus, Pengawas pada intinya penting  antisipasi resiko pada koperasi. Oleh karena itu menurut Pak Paul (kini menjabat  sebagai Kepala SMAN 1 Waikabubak) mengharapkan agar pendidikan secara terus menerus dilakukan  di Kopdit  Ine Ebu terhadap anggota adalah hal penting untuk cegah atau meminimalisasi kredit lalai, macet atau jatuh tempoh. Dan apabila membandingan kredit lalai yang terjadi di Kopdit-Kopdit di Kalimantan Barat ada tapi sangat kecil, apabila dibandingkan dengan Kopdit-Kopdit di Sumba (tentu tidak semuanya).

 

 

Ketua Pengurus terpilih KSP Kopdit Ine Ebu Periode : 2024-2029 Bpk. Anton D. Lawe yang juga ikut RATNAS INKOPDIT di Pontianak Kalimatan Barat, pada prinsipnya menegaskan bahwa apa yang dipaparkan oleh Bpk. Eko dan Pak Paul adalah hal yang penting untuk dilaksanakan di KSP Kopdit Ine Ebu. Ia yakin bahwa dengan keikutsertaan mereka dalam pertemuan di Pontianak pengalaman-pengalaman aktual tersebut dapat memotivasi P3M di Kopdit Ine Ebu yang dipimpinnya itu bakal maju dan berkembang untuk mensejahterakan anggota harapnya penuh optimisme.

Exit mobile version