Rato Adat Berterimakasih Pada Bumi Indah, Perataan Lapangan Pasola Ke-tiga

Pembersihan dan perataan lapangan tempat berlangsungnya Festival Tahunan,Pasola oleh PT. Bumi Indah secara swadaya,Kamis (09/02/2023).

KODI,PASOLAPOS.COM – Setelah melakukan pembersihan jalan menuju lapangan pasola Rara Winyo, Eksafator milik PT Bumi Indah langsung melakukan pembersihan rerumputan yang tinggi di lapangan pasola ketiga Kahi Hinda Kamba Leba Lahi Jongi.

 

Pasola ketiga Kahi Hinda Kamba Leba Lahi Jongi di kampung Watu Pakadu, Desa Hinda Kamba, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaksanakan setelah atraksi pasola pertama dan pasola kedua selesai.

 

“Pasola ketiga ini dilaksanakan setelah pasola pertama dan kedua selesai. Jadi sisa lembing yang pakai di pasola pertama dan kedua itu yang digunakan di pasola ketiga, dan sebenarnya pasola ketiga juga ini lebih ramai,” kata Ketua Adat Dara Weri Welem Wora Kaka, kepada sejumlah awak media, pada Kamis 9 Februari 2023.

Rumah adat Kampung Tossi dan Watu Pakadu.

Lebih lanjut Welem mengatakan, melihat eksafator milik PT Bumi Indah yang kemudian membersihkan lapangan pasola ketiga itu, dirinya menyamaikan bawasannya upayakan yang dilakukan PT Bumi Indah pada hakekatnya adalah tidak lain untuk kepentingan umum.

 

“Kalau kita lihat secara bersama-sama kegiatan PT Bumi Indah ini merupakan kepentingan kita dan untuk kita. Sehingga perlu kita apresiasi dan berterima kasih kepada ongko Ming sebagai pemilik PT Bumi Indah yang dengan upayanya berinisiatif memeberikan lapangan pasola bahkan memberihkan jalan raya sekaligus menambal ruas jalan yang berlubang,” katanya.

 

Dia mengatakan, dengan dukungkan PT Bumi Indah untuk pesta pasola pada bulan Februari ini menjadi sebuah hal penting dalam tradisi orang Sumba khusunya Kodi dan sekitarnya.

 

“Ini menjadi catatan sejarah bagi kami bahwa PT Bumi Indah ada untuk rakyat yang membutuhkan perhatian secara infrastruktur dan lain sebagainya,” katanya.

 

Sebagai kontraktor pribumi berdarah Sumba, katanya lagi, layak untuk ongko Ming dijuluki sebagai sang pemberi tanpa pamrih.

Tinggalkan Balasan