PASOLAPOS.COM || Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kembali melakukan penyisiran dan penertiban penjual sayur di sepanjang jalan wilayah Kota Weetebula.
Dalam razia penertiban tersebut, Ibu Paulina Gau Dede menjadi salah satu warga yang mendapat teguran. Penertiban ini merupakan bagian dari implementasi regulasi daerah dengan slogan “Membangun Desa, Menata Kota”. Namun, dalam pelaksanaannya, langkah tegas aparat di lapangan menuai pro dan kontra
Berdasarkan hasil wawancara langsung awak media Pasolapos.com, Paulina menuturkan bahwa dirinya merasa ditegur tanpa adanya himbauan terlebih dahulu ataupun pendekatan sosialisasi yang bersifat persuasif dan humanis. Ia mengaku salah satu oknum Pol PP memintanya untuk tidak lagi berjualan di lokasi tersebut.
“Mama jangan jual sayur di sini, nanti mama cari tempat di Ombakomi,” tutur Paulina menirukan perkataan petugas, saat ditemui media ini,Rabu (19/02/2026).
Meski demikian, Paulina menegaskan dirinya tetap menghargai dan menghormati aparat Pol PP serta tidak memiliki niat untuk melawan ataupun menghalangi program penataan kota.
“Saya tahu aturan, saya malu lawan kalian bapak dan saya sangat menghargai bapak,” kata Paulina.
Namun ia menyayangkan cara penyampaian teguran yang menurutnya kurang beradab. Ia juga menegaskan bahwa lokasi tempat ia berjualan bukanlah fasilitas umum, melainkan halaman (kintal) rumah pribadinya.
“Tapi bapak tidak mengerti sama wilayah, jadi sekarang saya jawab bapak ini sama kintal rumah di sini,” ungkapnya.
Paulina menambahkan bahwa dirinya tidak berjualan di atas trotoar maupun di depan toko orang lain.
“Bukan saya jual di depan toko. Bukan saya jual di pinggir jalan,” tandasnya.
Ia menjelaskan bahwa jualannya ditata di emperan rumahnya sendiri yang memang berhadapan dengan trotoar jalan.
“Ini kursi saya kasih jejer di depan pintu, bukan di pinggir jalan,” jelas Paulina.
Lebih lanjut, Paulina mengungkapkan bahwa saat ini ia menggantungkan mata pencaharian dari hasil berjualan sayur-mayur. Penghasilan tersebut digunakan untuk membantu membiayai dua anaknya yang sedang kuliah, serta beberapa anak lainnya yang masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA.
“Saya cari uang untuk menambah-menambah sedikit, untuk anak yang kuliah, anak sekolah,” ungkap Paulina.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kepala Dinas Pol PP SBD masih berupaya dikonfirmasi namun belum berhasil ditemui.
Redaksi/Tim

