Site icon Pasola Pos

Pedagang Ikan dan Bupati Bertemu Langsung,Ratu Wulla Dengarkan Aspirasi Segera Capai Titik Temu

Bupati Sumba Barat Daya,Ratu Wulla Talu temui para pedagang ikan yang melakukan demo baru-baru ini,carikan solusi terbaik.

PASOLAPOS.COM – Tambolaka || Aktivitas penjualan ikan di Kota Tambolaka sempat menuai sorotan dan keluhan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah pedagang ikan diketahui melakukan aksi jualan di bahu jalan, bahkan sempat berpindah lokasi ke depan Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat Daya sebagai bentuk protes atas penertiban yang dilakukan aparat.

 

Kronologi bermula ketika para pedagang ikan yang sehari-hari berjualan di bibir jalan kawasan Pertamina Radamata, jalur menuju Waikelo, ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Penertiban tersebut dilakukan karena aktivitas jual beli di bahu jalan dinilai mengganggu ketertiban lalu lintas serta kebersihan lingkungan.

 

Merasa kehilangan tempat berjualan yang dianggap strategis dan dekat dengan konsumen, para pedagang kemudian melakukan aksi spontan dengan berjualan sementara di depan Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat Daya. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus kekecewaan terhadap kebijakan penertiban.

 

Di sisi lain, Pemerintah Daerah sebenarnya telah menyediakan Pasar Obakomi sebagai lokasi resmi berjualan. Namun para pedagang mengaku menghadapi sejumlah kendala, mulai dari jarak pasar yang cukup jauh, keterbatasan transportasi, hingga penjualan ikan yang dinilai kurang laku dibandingkan jika berjualan di pinggir jalan Pertamina Radamata yang lebih ramai pembeli.

Perwakilan pedagang memberikan Selempangan kain Sumba kepada Bupati.

Meski demikian, masyarakat sekitar turut menyampaikan keluhan. Aktivitas jualan ikan di bahu jalan kerap diikuti dengan pembuangan limbah ikan, air bekas cucian, bahkan ikan yang sudah tidak layak konsumsi secara sembarangan. Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga yang melintas maupun bermukim di sekitar lokasi.

 

Menanggapi dinamika tersebut, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, mengambil langkah dialogis dengan menggelar tatap muka langsung bersama para pedagang ikan di Kota Tambolaka. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan.

 

Dalam dialog tersebut, Bupati menegaskan bahwa kebijakan penertiban bukan untuk mematikan mata pencaharian pedagang, melainkan bagian dari upaya penataan kota agar Tambolaka menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

 

Para pedagang ikan dalam kesempatan itu menyampaikan aspirasi mereka sekaligus menyatakan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah atas aksi berjualan di bahu jalan yang melanggar aturan. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menaati ketentuan yang berlaku dan mendukung program penataan kota yang dicanangkan pemerintah.

 

Sebagai simbol komitmen dan itikad baik, para pedagang ikan secara simbolis melakukan pengalungan kain adat Sumba kepada Bupati Sumba Barat Daya. Momen tersebut menjadi tanda tercapainya kesepahaman dan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

 

Bupati Ratu Ngadu B. Wulla menyambut positif sikap para pedagang dan menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan terus membuka ruang dialog untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan. Pemerintah juga diharapkan dapat mencari jalan tengah agar kebutuhan ekonomi pedagang tetap berjalan, tanpa mengabaikan ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan kota.

 

Pertemuan tersebut ditutup dengan foto bersama antara Bupati Sumba Barat Daya, para pedagang ikan, serta jajaran Satpol PP sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Tambolaka yang tertata, bersih, dan harmonis.

 

Exit mobile version