LETE KONDA – PASOLAPOS.COM || Harapan petani Lete Konda kian menguat setelah Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, menunjukkan respon cepat terhadap keluhan mereka soal irigasi, saat menghadiri panen raya bersama di Desa Lete Konda, Kecamatan Loura, Kamis (12/6/2025) sore.
Panen gabah seluas 2 hektar yang digarap Kelompok Tani Mitra Tunas Sejahtera menghasilkan total 10 ton. Namun di balik keberhasilan itu, terselip kegelisahan petani soal akses air yang masih menjadi tantangan utama.
Ketua kelompok tani, Falen Tinus Zudi, mengungkapkan bahwa sekitar 20 hektar dari 50 hektar lahan pertanian basah di Dusun I belum tergarap optimal karena keterbatasan irigasi.
“Kami masih pakai selang, bahkan sistem cacing untuk alirkan air. Ini tidak cukup. Kami butuh irigasi permanen, bukan solusi sementara,” ujar Falen.
Falen juga menuturkan bahwa tiga bulan lalu, pihaknya bersama Dinas Pertanian sudah meninjau mata air Karuni yang sangat potensial. Namun, salurannya butuh pengerukan dan penguatan agar bisa dialirkan ke sawah.
Mendengar langsung keluhan itu, Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla langsung bertindak. Tanpa menunggu lama, di hadapan petani dan tamu undangan, beliau langsung menghubungi Kabid Pengairan Dinas PUPR, Agus Dapa Loka, dan memerintahkan untuk turun lapangan.
“Saya minta PUPR segera survei dan buat kajian teknis. Irigasi ini penting, bukan hanya untuk Lete Konda tapi untuk ketahanan pangan SBD secara keseluruhan,” tegas Ratu Wulla.
Respons cepat Bupati mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi PKB DPRD SBD, Tobias Dowa Lelu, yang turut hadir dalam kegiatan panen tersebut. Ia menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi petani hingga terealisasi.
“Petani kita luar biasa semangatnya. Pemerintah harus hadir dengan sarana yang memadai. Di DPRD, saya akan kawal sampai tuntas,” ujar Tobias.
Kehadiran Bupati dan para legislator di tengah petani, bukan hanya sebagai simbol dukungan, tapi juga menjadi sinyal bahwa suara petani Lete Konda kini benar-benar didengar.

