Padang Savana Analiku Laipaloda Ana Aba Luna Lele,Terdapat Rumah Yang Menghantarkan Saya Ke Tangga Finish

Salah satu Wisudawan yang pada hari ini melaksanakan wisudanya Ferdy Ghogi.

PASOLAPOS.COM – TAMBOLAKA, Wisuda merupakan momentum yang sangat ditunggu – tunggu. Sekian berjuang menghadapi waktu yang panjang mengerjakan skripsi, mulai dari berhadapan dengan dosen pembimbing, dosen penguji serta proses revisi berkali-kali. Wisuda tentunya menjadi saat yang menggembirakan. Ibaratnya naik gunung, maka sudah selayaknya wisuda diibaratkan sebagai puncak. Meskipun bukan tujuan akhir, tetapi selalu jadi hal yang paling dikejar para pendaki.

kini saatnya parah mahasiswa bergembira atas gelar yang diraihnya , begitu yang telah terjadi di lembaga Universitas Katolik Weetabula yang resmi mewisudakan mahasiswanya sebanyak 350 orang. Kegiatan wisuda berlangsung di Aula Ratu Damai Unika Weetebula Desa Karuni Kec. Loura Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada, Kamis 29 Desember 2022.

Yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Rektor universitas Katolik Weetabula, Parah Kaprodi, Dosen, Staf, Ketua Yayasan Pendidikan Nusa Cendana, Uskus Keuskupan Weetebula, Bupati Sumba Barat Daya, Perwakilan Dari Kementerian Pendidikan, Parah Calon Wisudawan, Parah Orang Tua Calon Wisudawan dan seluruh Keluarga yang turut menyaksikan bahwa hari ini kebahagian yang dialami oleh seluruh Perseta wisuda.

Kepada media ini salah satu mahasiswa yang baru saja wisuda yakni Ferdinandus Ghoghi, S. Pd menyampaikan ucapakan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung dan berkorban sehingga hari ini saya resmi mendapatkan gelar sarjanah pendidikan fisika. Padang Savana Loura yang memiliki tempat untuk saya mengapuh pendidikan semboyan Analiku Laipaloda Ana Aba lunaLele telah menghantarkan saya sampai tahapan finis hari ini, ungkapnya

Lanjutnya menyampaikan tempat yang subur dan damai ini sejarah bagi saya untuk wisuda dengan tepat waktu, wisuda ini bukan semata-mata meraih dengan mudah atau dalam waktu yang singkat, namun banyak proses yang harus dilalui, masi banyak tahapan yang kalau diulang kembali kita merasa bosan, merasa jenuh dan bahkan membuat kesal, namun hari ini saya buktikan dan saya secara pribadi perluh bangga dan bahagia karena tidak semua orang bisa sampai pada tahapan ini, ungkapnya

Lanjutnya menyampaikan IPK saya sedikit memuaskan, namun menurut saya bukan satu – satunya untuk mencapai kesuksesan, Masi banyak hal yang perluh diperjuangan untuk mencapai kesuksesan yang sebenarnya.

” Hari ini saya selesai secara administrasi namun tanggung jawab saya kepada kelurga terlebih kusus kedua orang tua belum saya penuhi, sehingga hari ini bukanlah akir dari perjuangan namun awal yang baik , awal saya bisa sampai didunia kerja sehingga kedepannya saya bisa pastikan bahwa saya bisa mengimplementasikan segala hal yang saya peroleh salama ini di kampus” ungkapnya

Dirinya selama proses kuliah SPP hampir sebagiannya ditanggung sendiri, ketika menyampaikan terkait dengan lapangan pekerjaan dirinya belum memastikan entah kerja dimana, dirinya hanya menyampaikan semoga ke depan cepat mendapatkan pekerjaan.

” Saya belum memastikan entah kerja dimana, karena saya melihat bahwa peluang kerja sesuai besik saya itu sangat kecil, ditamba dengan banyaknya jumlah sarjana, sehingga pilihan saya ketika belum mendapatkan pekerjaan sesuai besik saya sebagai sarjana pendidikan fisika maka saya pastinya memilih berwirausaha saja” ungkapnya

Sebagai aktivis gerakan (GmnI) tetap optimis kedepannya, soal pekerjaan saya tidak terlalu kuatir, saya masi punya kebun untuk bekerja, saya tidak harus bekerja sesuai besik saya dan itu juga bisa menghasilkan, sehingga saya pastikan bahwa saya mampu mengimplementasikan segala sesuatu tentang apa yang saya punya selama ini sehingga saya tidak terlalu meragukan entah kemana setelah saya selesai , tutupnya

Tinggalkan Balasan