Karuni–PS,Nasar atau Ritual adat sumba merupakan Tradisi sejak moyang yang tak bisa dilupakan.

Waizogo yang kembali didengar 31/7/2020 dikampung karuni dalam rangkah penarikan beberapa pohon kayu besar terpilih sesuai penggunaan dalam membangun sebuah rumah adat Zumba .
Kayu terpilih yang telah masuk dalam Nasar hingga di waizogo suku atau kabizzu Natara tana adalah Kayu kapaka dalam Nasar yakni Kapaka Dadi meza , Mazela Tibbu Dona . Waizogo pengangkatan kayu kapaka oleh Rato-rato Kabizzu Nataratana dan seluruh Buamane , Buawinne nataratana yang mengiringi penarikan kapaka Dadi meza dengan waizogo dan pakalaka adalah Untuk membuat rumah adat Kabizzu nataratana, dimana rumah adat tersebut yang dimaksud adalah rumah besar (alm ) Lede Kalumbang Bupati pertama kabupaten Sumba Barat .
Dalam pengangkatan beberapa pohon kayu yang sudah masuk dalam Nasar oleh Rato adat kabizzu nataratana yaitu kayu kapaka , kita dapat ketahui bahwa kayu kapaka tersebut sedikit menuai persoalan yang dilakukan pihak jemaat bersama toko agama bernama Yuliana Ronga Dappa .
Berdasarkan data lapangan awak media bahwa Persoalan tentang pohon kayu kapaka yang sudah ditangani pemerintah desa letekonda selatan dan pemerintah kecamatan loura dan kapolsek loura belum lama ini , dimana seorang toko agama bersama jemaat karuni melarang salah seorang dari kabizzu nataratana bernama Herman untuk tidak menebang kapaka yang ada dalam lokasi tanah gereja . Juga sesuai penjelasan toko agama bernama Yuliana yang dimintai keterangannya oleh awak media menjelaskan bahwa belum lama ini benar seorang dari kabizzu nataratana bernama Herman saat berada dilokasi gereja dan membersihkan tempat dan menebang pohon kapaka , beberapa jemaat karuni dan SAYA sendiri ungkap toko agama , kami benar melarang Herman untuk tidak menebang pohon kapaka yang merupakan hak gereja dan karenah pohon kapaka sudah tumbang , akhirnya kami langsung melapor pada kepala desa letekonda sebagai pimpinan wilayah desa untuk melapor lebih lanjut kepihak berwajib , ungkap toko agama .

Lebih lanjut Toko agama menjelaskan bahwa saat kepala desa melapor pada pihak berwajib polsek loura , benar kapolsek bersama camat datang , dan kala itu penegasan kapolsek kepada Herman agar lokasi gereja maupun pohon kapaka jangan diganggu atau diambil sebelum ada penyelesaian , namun dibalik evoria apa yang merupakan hasil mediasi kapolsek dan camat kala itu , Herman bersama rombongan suku nataratana dan Rato adat langsung mengangkat kayu dengan iringan waizogo dan pakalaka dan saya akan melapor kepolres bahwa apa yang merupakan kesepakatan Herman sudah tidak mengindahkan , ungkap Yuliana Ronga Dappa selaku toko agama jemaat karuni .

Sementara Herman dari suku nataratana yang menebang pohon kapaka untuk membangun rumah adat bapak alm Lede kalumbang , ketika dimintai keterangannya oleh awak media menjelaskan bahwa kayu kapaka yang saya tebang untuk dipakai dalam membangun rumah adat kabizzu nataratana yakni rumah adat kekahiran bapak Bupati pertama kabupaten Sumba Barat alm Lede Kalumbang , adalah pohon yang ditanam oleh orang tua saya semenjak masih hidup . Dan kala itu orang tua saya menitip pesan bahwa kayu kapaka yang ditanamnya ketika sudah besar agar digunakan dalam membangun rumah adat , sementara saat ini saya menebangnya untuk menggunakan dalam membangun rumah adat kabizzu nataratana dan kayu itu benar milik orang tua saya yang walaupun lokasi tanahnya sudah dihibahkan untuk membangun sekolah dan gereja , tetapi pohon kapaka yang sudah bagian dari Nasar tentunya saya harus tebang untuk membangun rumah adat nataratana tempat kelahiran alm Lede Kalumbang , tegas Herman dan sejumlah rato adat Nataratana.

Kapaka yang di waizogo oleh rato adat nataratana bersama sejumlah buamane-buawinne nataratana dengan iringan pakalaka yakni berlokasi di loura pasangan dari pa Ina- pa Ama yang akan diambil di wewewa . setelah semua bahan bangunan rumah adat nataratana terkumpul semua di luar pintu gerbang masuk kampung karuni , kembali sejumlah rato adat nataratana melakukan ritual/Nasar ata.
Red(Paul-5alman/EL).






