Site icon Pasola Pos

Maraknya Rokok Ilegal di SBD, Ombudsman NTT dan Disperindag Angkat Suara

Kadis Disperindag, Agus Dappa ketika ditemui di lapangan alun-alun Kota Tambolaka.

TAMBOLAKA – PASOLAPOS.COM || Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) semakin marak dan menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Ombudsman NTT dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) SBD.

 

Kepala Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, menilai bahwa peredaran rokok ilegal di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Flores dan Sumba, sudah menjamur mulai dari kios-kios kecil di desa hingga toko-toko di kota.

 

“Rokok ilegal adalah pilihan yang menggiurkan bagi perokok aktif karena harganya murah dan jumlah batang per bungkus lebih banyak dibandingkan rokok legal. Namun, hal ini merugikan negara karena tidak ada kewajiban pembayaran cukai,” kata Darius dalam keterangannya, Selasa (12/2/2025) lalu.

 

Darius juga mempertanyakan efektivitas pengawasan aparat terkait, mengingat hingga saat ini masih jarang terdengar pelaku usaha rokok ilegal yang diproses hukum.

 

“Yang sering kita dengar hanya penyitaan barang, tetapi apakah itu cukup? Jika akar masalahnya, yaitu para pelaku usaha nakal, tidak disentuh, maka peredarannya akan terus berlanjut,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Disperindag SBD, Agustinus Dappa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya menekan peredaran rokok ilegal dengan menggandeng Bea Cukai Kupang untuk melakukan sosialisasi di wilayahnya.

 

“Untuk rokok, bukan bagiannya kami, tapi sudah dua kali Bea Cukai Kupang melibatkan kami dalam sosialisasi di Kabupaten SBD,” ujar Agustinus saat ditemui di Alun-Alun Kota Tambolaka, Minggu, 16 Februari 2025.

 

Namun, ia mengakui bahwa penindakan di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah minimnya perwakilan Bea Cukai di SBD.

 

“Kami di sini memiliki bidang perlindungan konsumen, tapi untuk pengawasan rokok ilegal ini tetap ada kendala, terutama karena kurangnya personel Bea Cukai di wilayah kami,” katanya.

 

Selain itu, ia juga menyoroti sulitnya menelusuri asal-usul rokok ilegal yang beredar di pasaran, terutama merek-merek populer seperti Thanos dan NX.

 

“Ini sangat diminati oleh masyarakat. Kalau akarnya belum kita temukan, sulit untuk memberantasnya,” tambahnya.

Exit mobile version