Site icon Pasola Pos

Kodi Pasola Bali Lantik Ketua Baru, Dorong Warga Sumba Hidup Rukun di Perantauan

Pelantikan Kodi Pasola Bali yang baru.

Denpasar, Pasolapos.com – Komunitas Kodi Pasola Bali (Kopas) resmi melantik ketua baru dalam acara yang digelar di kediaman Kakoel, Desa Panjer, Denpasar, pada Sabtu (30/8/2025). Acara ini dihadiri sekitar 95 anggota Kopas, para penasehat, serta tokoh masyarakat Sumba yang berdomisili di Bali.

 

Dominggus Wora Nundu terpilih sebagai Ketua Kopas Bali, dengan wakil ketua dijabat oleh Marta Ngedo Pandak. Pelantikan dipimpin oleh Ketua Umum Ikatan Keluarga Sumba Barat Daya (IKSBD), Samuel Kalumbang, dan ditandai dengan doa pemberkatan yang dibawakan oleh pendeta dengan tema “Melayani dengan karunia yang diberikan Allah untuk memuliakan-Nya” (1 Petrus 4:10-11).

Staf Pasolapos,Matheus bersama Thomas Tanggu Dendo Wakil Ketua Dewan Sumba Barat Daya.

Dalam kesempatan itu, Samuel Kalumbang menegaskan beberapa aturan yang harus dipatuhi anggota Kopas saat menghadiri acara maupun dalam kehidupan sehari-hari di Bali. Di antaranya larangan membawa senjata tajam atau senjata api, membawa minuman keras dari luar, membuat keributan, serta berpakaian tidak sopan.

 

“Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperingati 8 tahun perjalanan Kopas di Bali. Tujuannya adalah membimbing warga Sumba Barat Daya yang merantau di Pulau Dewata agar hidup tertib, tidak membuat keonaran, serta menjaga nama baik Sumba,” ujar Samuel.

 

Marten Rowa Kesedu, Ketua Umum Flobamora Bali, yang turut hadir, mengajak seluruh warga Sumba untuk membangun kerja sama dengan masyarakat lokal.

 

“Mari kita bekerja dengan baik, hidup rukun di tanah rantau, serta menjauhi hal-hal yang tidak diinginkan. Kita harus bekerja keras untuk membantu keluarga di kampung halaman,” kata Marten.

 

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum IKSBD, Samuel Kalumbang. Ia mengingatkan agar generasi muda Sumba di Bali tidak terjerumus dalam perbuatan yang merugikan, seperti perkelahian, mabuk-mabukan, maupun kawin lari.

 

“Kita harus menjaga nama baik Sumba Barat Daya di Bali. Jangan sampai kita menjadi terlantar di perantauan hanya karena sikap kita sendiri,” tegasnya.

 

Pelantikan turut dimeriahkan dengan lagu rohani dan tarian adat Sumba yang memperlihatkan kekayaan budaya warisan leluhur. Tidak hanya warga Sumba, masyarakat lokal Bali juga ikut menyaksikan acara ini.

 

Berdasarkan pantauan Pasola Pos di lokasi, acara berlangsung tertib dan aman. Tidak ditemukan adanya pelanggaran aturan panitia, seperti membawa minuman keras. Suasana pelantikan pun berjalan meriah hingga selesai.

 

“Melihat banyaknya warga Sumba yang hadir malam ini, saya yakin pelantikan ini akan membawa damai dan kerukunan bagi kita semua di Bali,” ujar Marten menutup pernyataannya.

 

(Red…Mateus Dara)

Exit mobile version