WAIKABUBAK – PASOLAPOS.COM || Senja Senin, (24/6/2024) Pasolapos menjumpai Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat Ny. Martha Dade-Bili Lalo di aula rumah jabatan Bupati Sumba Barat di Waikabubak, Sumba Barat, NTT, berkaitan dengan program PKK Sumba Barat. Ny. Martha menjelaskan bahwa ada : Program Kerja Sekretariat dan PKJA-POKJA TP PKK Kabupaten Sumba Barat : 1). Sekretariat : a). Kegiatan Rakon PKK Tingkat Kabupaten. b). Kegiatan kunjungan kerja ketua dan wakil ketua TP PKK.
2). Pokja I : a). Layanan pemeriksaan lansia. b). Peduli lansia. c). Sosialisasi pembinaan karakter anak usia dini. D). Sosialisasi peran orang tua dalam menerapkaan PAAREDI. 3). Pokja II : a). Pelatihan bina keluarga balita. b). Pelatihan manejemen pengelolaan UP2K. c). Bazar UP2K. Pokja III : a). Pelatihan cipta menu sehat bagi keluarga. b). Sosialisasi pengelolaan limba rumah tangga dengan 3 R. Pokja III : a). Pelatihan cipta menu sehat bagi keluarga. b). Sosialisasi pengelolaan limbah rumah tangga dengan 3 R. Lomba cipta busana berbahan tenun.
Beberapa kegiatan aktual disampaikan oleh Ibu Ketua TP PKK Sumba Barat sebagai Bunda PAUD antara lain : Layanan pemeriksaan kesehatan lansia secara gratis (sebulan atau tiga bulan sekali). Kerjasama dengan dokter dan paramedis RSUD Waikabubak, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, kontribusi obat-obatan sesuai program dinas kesehatan. Setiap Jumat olahraga bersama lansia di rumah jabatan bupati Sumba Barat . Ibadat bersama beberapa agama Kristen dan Katolik, pendeta dan romo memimpin ibadat bergantian, sebagai bagian dari kegiatan dilaksanakan sejak pertengahan tahun 2021.
Dampak kegiatan menurut Ny. Martha , bahwa lansia selama ini merasa sebagai orang terpinggirkan, kurang mendapat perhatian. Dengan program PKK dapat jalin kerjasama dengan sesama yang selama ini putus dengan yang dulu sebagai pegawai di kantor atau guru ketika masih aktif , setelah pensiun sebagai pegawai atau guru awalnya tidak ada kontak sama sekali. Sekarang dengan beraneka kegiatan kesehatan jasmani dan rohani seimbang. Pernah ibadat bersama di Stasi St. Alfonsus Weekarou, kunjungan dan ibadat di patung Yesus di Gollo Poto, suasana ekumenis sungguh terasa, ungkap Bunda Paud TP PKK Sumba Barat itu. Pinsipnya happy saja dalam ketuaan tidak pikir politik, dll. Diakui Ibu Ketua TP PKK yang sudah pensiun PNS ini, bahwa dengan firman yang luar biasa yang disampaikan pendeta dan romo dipahami para lansia sesuai kemampuan mereka . Wadah ini ketika ada teman yang alami kedukaan atau sakit secara bersama-sama pergi melayat dan mengunjungi. Mereka yang dikunjungi terhibur dan termotivasi dalam duka dan sakit.
Menyinggung tentang stunting di Sumba Barat, Bunda PAUD menjelaskan mengharapkan bantuan dari Pemda atasi stunting, Membantu di kelurahan /desa aksi pemberian makanan tamabahan. Mempunyai anak asuh PKK kurang lebih 12 orang dari dana PKK di beberapa Kelurahan, untuk memberi contoh kepada para lurah , kepala desa dan camat . Selain itu ada kegiatan yang berkaitan dengan limba rumah tangga: minggu depan kegiatan pelatihan di area patung Yesus Gollo Poto kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (BLH) beri sosalisai kelola limbah rumah taggga dengan baik, dan baru dilakukan sekarang. Ada juga program produksi rumah tangga dari TP PKK dikumpulkan dan dilaksanakan bazar. Ajak OPD-OPD turut ambil bagian ada kuliner, minta bapak bupati imbau OPD untuk terlibat.
Pasolapos juga menyentil soal pengendalian kelahiran sejauh mana andil PKK.Jawab Ny. Martha kalau peran dari PKK setiap kali kunjungan kerja dalam bentuk pelatihan, ,pengukuhan ketua dan pengurus PKK kami sampaikan : “ Jangan lupan ber-KB dijelaskan apa keuntungan dan kerugiannya. “ Anak yang lahir terukur rencanakan dengan baik, tidak zaman lagi mitos banyak anak banyak rezeki. “ Peran serta PKK menyarankan pengendaliana KB disampaikan kepada keluarga-keluarga yang dikunjungi.
Pasolapos pun menyentil soal “ Poligami ” . Tanggap Ny. Martha bisa dikatakan itu seperti budaya. Poligami ada korelasinya dengan pengendalian penduduk walaupun tidak tegak lurus. Tidak korelasi langsung. Saat kunjungan kami menyerukan hentikan poligami di tempat-tempat tertentu. Di kota orang mengerti apalagi yang PNS. Dan di beberapa tempat poligami itu masih ada, di PKK tidak ada program perangi poligami. Saat kunjungan kami menjelaskan kepada bapak-bapak “apa gunanya bapak bapak ke sana kemari.” (dalam arti yang bisa dipahami). Merepotkan ibu-ibu. PKK merasa perlu menyampaikan efek negatif berpoligami.
Pesan Ny. Martha agar terutama para ibu mengenai pendidikan anak usia dini di rumah . Sebagai Bunda PAUD, Ketua PKK pada HUT ke 31 HARI KELUARGA NASIONAL (24/6/2024) berpesan kepada orang tua agar betul-betul luangkan waktu, pikiran, bina anak usia dini. Untuk ibu-ibu yang menyusui waktu kerja ya kerja/berkarir, asuh anak, filosofi : “ anak sehat keluarga sehat “. Dekatkan anak-anak kepada Tuhan khususnya anak-anak remaja, zaman digital ada plus-minusnya jelasnya, sehingga mereka dapat mebedakan mana yang baik dan mana yang tidak, ungkapnya penuh harap. Pekan menyusui (2023) pernah dilakukan atas prakarsa pihak RS Lendemoripa dilakukan di kantor bupati, PKK terlibat sebagai bagian dari promosi dan pendidikan bagi keluarga-keluarga, jelasnya mengakhiri perbincangannya dengan Pasolapos.
red*Agustinus B. Wuwur, Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat

