Kepala Dinas P & K SBD Rikhardus Holo Kondo Sebut Lokakarya 7 Bermuara pada Pencapaian Tujuan Mulia

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Ricardus Holo Kondo,Membuka Lokakarya.

TAMBOLAKA, PASOLAPOS.COM – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia melalui Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan Lokakarya 7.

 

Kegiatan ini dalam rangka festival panen hasil belajar program guru penggerak angkatan 8 yang dilaksanakan di Aula SDK Marsudirini Tambolaka, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (2/12/2023).

Para kepala sekolah mendampingi GURU penggerak pada pengukuhan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Rikhardus Holo Kondo UU RI No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen secara eksplisit mendefinisikan guru sebagai pendidik profesional. Dengan kata lain, guru adalah sebuah profesi yang menuntut penguasaan terhadap sejumlah kompetensi sebagai prasyarat menuju profesional.

 

“Profesionalisme guru tentu bukanlah hal yang statis. Hal ini berarti bahwa dalam rangka mewujudkan profesionalisme guru, kita dituntut untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan,” katanya.

 

Lebih lanjut Rikhardus Holo Kondo menjelaskan, dalam konteks ini, Pemerintah dari tingkat pusat sampai daerah telah mengimplementasikan sejumlah kebijakan dalam rangka pengembangan profesional berkepanjangan bagi guru. Salah satu diantaranya adalah melalui program pendidikan guru penggerak.

 

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan penggerak ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid,” jelasnya.

 

Rikhardus Holo Kondo mengatakan bahwa guru penggerak adalah katalis peningkatan kualitas proses pendidikan di sekolah yang akan menggerakkan seluruh ekosistem sekolah untuk mendukung proses dan hasil belajar murid.

 

“Kegiatan hari ini adalah muara dari segala rangkaian proses pembentukan profil guru penggerak. Kita sungguh berharap agar outcome maupun output kegiatan ini benar-benar bermuara pada pencapaian tujuan mulia dari program ini demi perbaikan kualitas pendidikan khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya,” katanya.

 

Untuk diketahui bahwa Kabupaten Sumba Barat Daya saat ini telah memiliki 8 orang guru penggerak. Kedepan penggerak tersebut adalah alumni PGP angkatan IV. Di samping itu, akan bertambah lagi 26 orang guru penggerak dari angkatan 8 yang sedang mengikuti Diklat. Sementara itu, ada 34 calon guru penggerak yang sedang berproses di angkatan 9.

 

“Tentu jumlah ini masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan proporsi jumlah guru se-Kabupaten SBD yang mencapai 6000an khususnya jenjang PAUD sampai SMP. Belum lagi jika ditambah dengan jumlah guru SMA/SMK. Demikian halnya jika dibandingkan dengan kebutuhan guru penggerak sebagai prasyarat menjadi pengawas atau kepala sekolah,” ujarnya.

Foto bersama kapala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan peserta sebelum Pengukuhan.

Rikhardus Holo Kondo menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus berkomitmen untuk memberi ruang yang seluas-luasnya bagi guru penggerak untuk melakukan pengimbasan kepada guru lain dalam rangka peningkatan kompetensi guru dan juga berkomitmen untuk menetapkan mereka dalam jabatan pengawas atau kepala sekolah. Tentunya semua proses tersebut kembali kepada prosedur atau aturan yang berlaku.

 

“Saya berpesan kepada para calon guru penggerak angkatan 8 yang nantinya akan dikukuhkan sebagai guru penggerak, agar terus bergerak menjadi lokomotif perubahan dimasing-masing satuan pendidikan. Karya dan proses belajar yang bapak/ibu lakukan hendaknya tidak berhenti disini tetapi pengembangan profesional berkelanjutan itu harus menjadi komitmen dan jati diri bapak/ibu sebagai seorang guru penggerak,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan