KADES LETEKONDA SELATAN SELESAIKAN PENERANGAN KAMPUNG WEELAKA

Letekonda- pasolaPos.com-Kepala Desa Letekonda Selatan Stepanus Nani Bili secara transparan menyampaikan kebenaran terkait penerangan listrik diwilayah letekonda selatan, pada khususnya masyarakat kampung weelaka yang mempertanyakan keterlambatan pemasangan meteran dari total 55 unit dan yang sudah terpasang baru 7 unit dari 32 KK berhak penerima meteran pada warga kampung weelaka Pada Hari Tanggal 8 Juli 2022 yang bertempat di Kantor desa Letekonda Selatan, Kec.Loura,Kab.Sumba Barat Daya.

Kepala Desa Letekonda Selatan Stepanus N.Bili, Saat Diwawancarai Oleh Media

Adapun hal ini terjadi karena, salah satu warga weelaka atas nama Shimon Gunu Bili, mewakili kampung weelaka menyampaikan keluhan mereka terkait keterlambatan pemasangan meteran pada kampung weelaka kepada media Pasolapos.menyikapi keluhan masyrakat media ini, mencoba untuk mamastikan dan menggali informasi melalui warga weelaka yang merupakan titik yang akan dipasangkan meteran dan mencoba mewawancarai warga kampung Weelaka,dan kemudian untuk mendapatkan informasi lebih jelas terkait keluhan masyarakat media ini juga,mencoba menghubungi kepala desa Letekonda Selatan Melalui Telepon untuk dimintai konfirmasi tentang keluhan masyrakat kampung weelaka terkait keterlambatan pemasangan meteran  di kampung Weelaka, desa Lete Konda selatan.Dalam penyampain kepala desa Stepanus meminta kepada media untuk bertemu langsung dikantor desa Letekonda tertanggal 8 Juli 2022.Dan menghadirkan pihak penanggung jawab KWH Meter bersama warga kampung weelaka, untuk menyelesaikan persoalan yang merupakan keluhan dan keraguan masyrakat tentang keterlambatan pemasangan meteran oleh Pihak penanggung jawab KWH instalasi .

Pada Tanggal 8 Juli 2022 Kepala desa Stepanus Nani Bili, bersama penanggungjawab Pemasangan KWH Meter,dan juga masyrakat bertemu dikantor desa Letekonda Selatan untuk membahas bersama terkait keluhan masyrakat kampung weelaka tentang keterlambatan pemasangan meteran gratis ini.

Kepala Desa Letekonda Selatan Bersama Salah Satu Staf Pasola Saat memberikan Pemahaman Kepada Masyarakat Terkait Keterlambatan Pemasangan Meteran.

Adapun dalam pembahasan itu, stepanus mencoba menyampaikan ulang, terkait anggaran yang dipergunakan untuk penerangan listrik dan total meteran yang akan dianggarkan dari alokasi dana yang ada sehingga tidak terjadi kesalah pahaman masyrakat tentang penggunaan dana desa oleh pemdes.Dan penggunaan alokasi dana untuk penerangan ini berasal dari dana sumur bor, yang berjumlah Rp.100.000.000 dan ditambah Rp.54.000.000 pada perubahan anggaran untuk memenuhi jumlah 55 unit meteran.Karena total anggaran per 1 meteran 2.800.000.Dan terkait isu bahwa adanya pemotongan BLT untuk penambahan anggaran penerangan, kepala desa Stepanus N.Bili,juga menyampaikan bahwa hal itu tidak benar .

“Kami pemerintah desa tidak perna melakukan pemotongan BLT untuk menambah penganggaran
perluasan jaringan dan kalau masalah keterlambatan pemasangan Meteran,semua inikan punya mekanisme dan tidak semudah apa yang kita pikirkan dan semuanya butuh proses dan saya sangat berharap agar warga Weelaka menunggu dan bersabar dan semua masyrakat pasti akan terlayani tandasnya.”

Penanggungjawab KWH Meter di desa Letekonda Selatan Yulens Umbu Warata Natara,saat diwawancarai media

Pada kesempatan itu juga, Penanggungjawab KWH Meter di desa Letekonda Selatan Yulens Umbu Warata Natara,ketika diwawancarai oleh media menyampaikan bahwa alasan keterlambatan pemasangan Meteran,bukan karena dia tidak bertanggungjawab atau lain sebagainya tetapi yang merupakan faktor utama keterlambatan pemasangan karena ketersediaan stok kabel hitam pada kantor PLN belum tersedia dan juga masih banyak proses yang dilakukan sehingga semua proses pemasangan ini bisa dilakukan dengan cepat.Dan Yulens juga berharap kepada masyarakat agar terus bersabar,karena saya juga terus bekerja untuk memperjuangkan kampung Weelaka menjadi sebuah kampung yang terang dan kampung  percahaya dan saya juga pastikan sebelum masuk januari 2023 kampung weelaka pasti akan terselesaikan untuk pemasangan Meteran Harapnya”.

Lewat pertemuan ini yang diselenggarakan pada kantor desa,akhirnya masyarakat merasa puas dengan penyampaian dan penjelasan dari Kepala desa Weelaka sekaligus dari Yulens sebagai penanggunggung jawab KWH Meteran.

Dan dengan penjelasan tersebut masyarakat Weelaka juga, siap bersabar dan mendukung program pemerintah desa Letekonda Selatan dalam membangun desa bercahaya untuk mendukung salah satu program pemerintah Kab.Sumba Barat Daya 7 jembatan emas.

Red ( Paul/Jefri Ngedo/Athen Kasa).

Tinggalkan Balasan