Oleh Agustinus B. Wuwur, Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat/Ketua Komsos Paroki Waikabubak
PASOLAPOS.COM – WAIKABUBAK || Setelah janjian dengan Kepala SMA Negeri 1 Waikabubak, Paulinus Sukur, S.Pd, penulis menjumpai dan mewawancarai 3 siswi berprestasi SMA Negeri 1 Waikabubak,Sumba Barat, NTT di lopo pelataran sekolah itu (16/9/2025).
1) Maria Louse Ulina Dimu (Louse) Kelas XII IPA, buah hati Bapak Rudolf Godlief Dimu dan Ibu Ira Glory Damanik; 2) Olivia Nguda Duka (Oliv) Kelas XII IPA buah hati Bapak Daud Leko Duka dan Ibu Yohana Lero, 3) Rhiana Abigail Katu (Rhiana) Kelas XI IPA buah hati Bapak Yered Rinaldo Katu dan Ibu Mputu Ayu Pratuyanita .
Ketiga duta hebat itu bercerita bahwa belum lama ini mereka mengikuti ajang lomba WSEEL ( World Science Envronment and Engineering Competition) dalam 2 tim di Jakarta pada tanggaal 20 Mei 2025 silam di Universitas Pancasila. Pesertanya ada 2 tim yang terdiri dari berbagai sekolah,ketiga perwakilan SMA Negeri Waikabubak terbagi secara acak dan masuk ke dalam dua tim tersebut,yaitu : Sumba Bisa 1 dan Sumba Bisa 2, dimana keduanya sama-sama memperoleh Gold Medal. “Luar Biasa !”.
Menurut cerita ketiganya bahwa lomba karya ilmiah berbahasa Inggris itu diikuti oleh peserta dari 14 negara, berlangsung di Jakarta pada bulan Mei 2025 silam. Setiap tim mempresentasikan karya ilmiah/makalah, kemudian dinilai tim yuri. Sumba Bisa I dengan tema “ The capability ST-Ps as an Anti- Aging Cream Plus” , berkaitan dengan kemampuan Salicornia herbacea L, dan Padina australis sebagai crem anti penuaan (Stemcell). Sumba Bisa II dengan tema “ The effect of ipomea -Antnocyanin-indicator-Entrosit (IAIE) on caner diseare “ ( Efek dari ipomea-antosianin-indikator-entrosit (IAIE) pada penyakit kanker. Lomba di Jakarta pada Mei 2025 silam menurut ketiganya fokus pada tema kanker payudara karena banyak kasus yang dialami kaum perempuan.
Ketika ditanya Pasolapos soal biaya, ketiganya menjelaskan bahwa transportasi, penginapan, makan dan minum dibiayai oleh Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB) Cabang Sumba ialah “Terang Sumba”. Yayasan ini ada di Jakarta juga cabangnya di daerah-daerah.
Lebih lanjut Pasolapos bertanya kepada ketiganya apa kesan yang dirasakan meraih juara pada ajang lomba di Jakarta itu. Louise bercerita “pasti bangga jadi juara mengikuti ajang internasional, bawa nama baik sekolah, Kabupaten Sumba Barat , provinsi, bahkan negara. “ Dan , kami tidak menyangka karena kami rasa tidak lebih dari peserta yang lain di tempat lomba saat itu, seperti minder, tapi puji Tuhan bis,a memperoleh gold medal”, kisahnya penuh haru.
Oliv berkisah awalnya tidak percaya bisa dapat gold medal, karena materi makalah diambil dari salah satu penyakit yang lumayan sulit diteliti, yaitu penyakit kanker payudara apalagi banyak kasusnya. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu kisah Oliv, “walaupun susah saat itu tapi kami percaya berjalan bersama Tuhan, senang sekali bisa dapat gold medal !”
Berikut Rhiana berkisah : “ kalau saya merasa sangat bangga bersyukur kepada Tuhan karena proses yang kami lewati dan alami saat lomba itu sangat panjang butuh perjuangan. Jadi saya rasa sangat senang buktikan bahwa Sumba Bisa ! “ Selanjutnya Rhiana atas nama tim dan sekolah mengungkapkan rasa terimakasih kepada Pak Budisantoso, MPd.CHt dari Yayasan Indonesia Sejahtera Jakarta telah memberikan bimbingan kepada timnya. Untuk lomba di Jakarta Pak Budisantoso memberikan bimbingan sejak Januari s.d.Mei 2025. Untuk lomba di Malaysia Juni s.d.Desember 2025.
Lanjut Rhiana, bahwa lomba yang akan dilaksanakan di Malaysia nanti diikuti oleh peserta dari 21 negara, dan tema makalah yang akan mereka presentasikan adalah kanker rahim/serviks. Dan, ketika Pasolapos bertanya apa mimpi tim ikuti ajang lomba di Malaysia ? Jawab mereka : “ Bisa dapat gold medal banggakan sekolah, daerah dan negara !”
Lalu bagaimana perasaan orang tua ketika tahu kalian juara di Jakarta tanya Pasolapos, jawab mereka :” orang tua kami bangga dan telah mendukung dengan doa “. “ Dan, kepala sekolah, guru/pegawai serta teman-teman di sekolah beri apresiasi dan merasa bangga atas prestasi yang telah kami capai. Selain itu pihak sekolahpun memberikan perhatian dalam hal ini guru-guru membantu memberikan pelajaran yang terlambat selama kami persiapan dan mengikuti lomba baik di Jakarta maupun di Malaysia.”
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Waikabuba, Paulinus Sukur, S.Pd; ketika dimintai tanggapannya oleh Pasolapos tentang prestasi yang ditorehkan oleh anak-anak dari sekolah yang dipimpinnya itu, menjelaskan bahwa : “ Sebagai kepala sekola tentu bangga memilik anak-anak hebat seperti mereka.” Lanjutnya : “ Kami senang karena mereka sudah bisa melakukan riset sejak dini sehingga kelak mereka tidak mengalami kendala di bidang riset.”
“Tidak hanya itu, kami juga bangga karena mereka bisa berbahasa Inggris dengan baik, sehingga mampu mengekspresikan diri apa yang ada dalam kepala mereka !”. Proficiat Komunitas SMA Negeri 1 Waikabubak, atas prestasi yang telah diraih.

