Site icon Pasola Pos

“Dicatat Ya!” Bupati SBD Tegas Saat Kades dan Kadis Absen Acara Nasional Anak

Bupati SBD, Ratu Wula Talu menandatangani Forum Anak SBD di saksikan oleh Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka,Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan Kadis Dukcapil.

TAMBOLAKA – PASOLAPOS.COM || Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ny. Ratu Ngadu Bonu Wulla, menunjukkan sikap tegas terhadap kepala desa dan kepala dinas yang tidak menghadiri peringatan Hari Anak Nasional ke-41 tingkat kabupaten yang digelar pada Senin, (4/8/2025) di Gedung Fortuna Convention Hall, Tambolaka.

 

Dalam sambutannya, Ratu Wulla sempat menghentikan pidatonya sejenak dan meminta ajudannya untuk mencatat satu per satu nama kepala desa dan pejabat yang tidak hadir dalam acara tersebut.

 

“Berapa kepala desa yang hadir? Kepala Dinas PMD dan Sekdis mana? Yang hadir ajudan tolong diabsen, dan yang tidak hadir dicatat,” tegas Ratu Wulla di hadapan para peserta yang hadir.

 

Pantauan media ini, dari total 173 desa dan dua kelurahan di Kabupaten SBD, hanya sembilan kepala desa yang tampak hadir dalam peringatan yang mengangkat tema perlindungan dan partisipasi anak dalam pembangunan daerah.

 

Bupati menyayangkan rendahnya partisipasi para kepala desa dan pejabat terkait dalam acara yang dinilai penting untuk masa depan anak-anak SBD.

 

Ia menyebut, ketidakhadiran mereka mencerminkan kurangnya komitmen terhadap isu-isu perlindungan anak dan pemberdayaan generasi muda.

 

“Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, tapi momentum untuk kita semua memperkuat komitmen terhadap perlindungan dan partisipasi anak,” ujar Ratu Wulla.

 

Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju Forum Anak Daerah yang akan digelar pada Rabu, 23 Juli 2025 mendatang.

 

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah strategis bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi mereka.

 

Ratu Wulla menegaskan bahwa absensi para kepala desa dan kepala dinas akan menjadi bahan evaluasi internal pemerintah kabupaten.

 

Ia meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk segera menindaklanjuti kehadiran para kepala desa, termasuk memberi teguran bagi yang dinilai tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

 

“Kita butuh pemimpin di desa yang punya kepedulian. Kalau acara penting seperti ini saja tidak hadir, bagaimana dengan yang lainnya?” katanya.

 

Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten SBD diisi dengan berbagai penampilan dari anak-anak sekolah dasar dan menengah serta dialog interaktif tentang hak anak, pendidikan, dan kekerasan terhadap anak.

Exit mobile version