DBD Serang Pulau Sumba, 4 orang meninggal dan 84 orang Dalam Penanganan Medis

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, Yulius Kaleka

Tambolaka Pasolapos.com-Paul. Taenglote – Berita Hari Ini NTT, Daerah, Hukrim, Hukum, Kesehatan, Sumba

 

Desember 17, 2021
Yulius Kaleka
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, Yulius Kaleka
Tambolaka – Demam Berdarah Dengue (DBD) serang pulau sumba khususnya Kabupaten Sumba Barat Daya.

Sejak bulan Mei 2021 ada 4 orang yang meninggal akibat DBD dan 84 orang dalam perawatan medis.

Sehingga total penderita DBD tahun 2021 mencapai 88 kasus untuk Kabupaten Sumba Barat Daya.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan SBD, Yulianus Kaleka, Kamis, (16/12/21).

“ Kasus DBD di SBD, empat (4) orang meninggal dunia Mulai dari bulan mei 2021 sampai saat ini, 84 orang masih dalam perawatan medis,” kata Kaleka.

Melihat kondisi DBD yang cukup tinggi, Kepala Dinas Kesehatan langsung turun di lapangan bersama tim medis.

Selain dengan tim medis Kabupaten SBD juga bersama dengan staf kesehatanPuskesmas Watu Kawula.

Kehadirannya, untuk sosialisasi penyebab demam berdarah dan cara pembasmiannya.

“ Selain sosialisasi, kita juga lakukan pembasmian nyamuk dengan cara menyemrot, menyiram bubuk abate,” kata Kaleka.

Penyemprotan dilakukan agar jentik nyamuk tidak berkembang biak dan bisa mati.

Pada Kesempatan itu, Kadis Kaleka juga meminta agar kaleng bekas, dan ban-ban bekas dan barang bekas tempat nyamuk bertelur dikubur dalam tanah.

Terutama Pasar Inpres Lama (PIL), lingkungannya sangat Memprihatinkan.

Selain itu, harus selalu melihat tempat-tempat penampungan air, tempayan, ember, drom, dispenser, gelas agar selalu di bersihkan.

“ Harus selalu menerapakan 3M, Menguras, Mengubur, Menutup lingkungan dimana kita tinggal,” kata Yulianus Kaleka

Dia berharap adanya peran masyarakat dalam membasmi nyamuk dan sarang nyamuk.

Lanjutnya, di bak penanmpungan air, disitulah jentik nyamuk berkeliaran.

“ Saat ini kami upaya untuk Menyiram abate atau Obat nyamuk agar nyamuk dewasa bisa mati,” ujar Kadis kesehatan

Kata dia, korban yang meninggal akibat penanganan terlambat, kerumah sakit akhirnya meninggal.

“ Saya menghimbau warga SBD agar ketika ada gejala panas, secepatnya di lapor dan dibawa ke Kepuskesmas Terdekat atau rumah sakit,” Himbau Dia.

Selain itu, Kata Kadis lanjut, Jumat,( 17/12/21) akan terus lakukan pembasmian nyamuk mulai dari Rada Mata, BTN dan Payola Umbu.

“ Besok kita mulai pagi sampai jam Lima (5) Sore pembasmian nyamuk. Mulai dari Rada Mata, BTN Dan Payola Umbu,” tutup Kadis

Red..(Pasolapos.com)

Tinggalkan Balasan