Seorang Anak Hamil dibangku SD.

Ilustrasi,SC: Tribunnews.com

Wewewa Timur – Pasolapos.com

Belum lama ini terungkap kasus pemerkosaan salah seorang anak yang masih dibangku Sekolah Dasar Kelas-VI pada salah satu sekolah yayasan dan anak ini tengah mengalami kritis tubuh,hamil diperkosa oleh sang ayah kandungnya.

Korban tersebut yang tengah hamil jalan 2 bulan saat ini, berinisial EDM,umur 12 Tahun yang merupakan anak kandung dari pelaku atas nama Arnoldus Dangga Meza (ayah kandung korban).
Korban adalah anak ke-4 dari Arnoldus Dangga Mesa,kelahiran Desa Weelimbu, Kecamatan Wewewa Timur,Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Data lapangan yang dihimpun awak Media pada pelaku diruang PPA (05/2/2021)saat dikomfirmasi,singkatnya, pelaku yakni selaku ayah kandung korban kala itu membujuk anaknya hingga diperkosa dengan memberikan uang sebesar Rp.20.000.

Hasil lapangan yang dihimpun awak Media pada ibu Naomi Ate selaku kakak sulung pelaku saat dimintai keterangannya ditempat berbeda pada tanggal (05/02/2022) menjelaskan bahwa pihak keluarga semua tidak tahu persoalan tersebut yang dilakukan Pelaku terhadap anak kandungnya EDM.
” kami keluarga mendengar bahwa Pelaku sudah di gerebek polisi dan membawanya dirumah tahanan polres SBD.Dan atas perbuatannya yang sangat sadis itu,kami yang lain sangat menyesal dan sedih dan meminta aparat penegak hukum polres SBD untuk proses pelaku”ucap Naomi.

Kaka Sulung Pelaku,Ibu Naomi saat menyampaikan dukungan Polres SBD memproses pelaku dengan setimpal.

 

Lanjutnya,ibu Naomi selaku kakak sulung dari menyatakan dukungan penuh pada Polres SBD agar diproses hukum yang setimpal.
“istri sang pelaku barusan 4 bulan meninggalkan mereka maupun kami sekeluarga besar karena meninggal dunia.Nah tambah Arnol perkosa anak kandungnya yang masih dibangku sekolah dasar kelas-VI,juga anaknya baru masuk umur-12 tahun dan saat ini anaknya hamil jalan 2 bulan,dengan perbuatan arnol yang sadis itu kami lakukan dukungan kepada aparat penegak hukum Polres SBD agar proses arnol sesuai hukum yang berlaku dan kami sekeluarga ,terlebih anaknya yang sudah diperlakukannya dengan tidak manusia agar dengan pertolongan sang kuasa kami boleh dapat kekuatan sehingga kami dapat mengurus anaknya yang sudah jadi korban”ungkap sedih Naomi Ate.

Anderias Bali Ate warga Desa Weelimbu, Kecamatan Wewewa Timur,Kabupaten SBD, NTT.Juga saudara kandung pelaku yang dimintai keterangannya ditempat berbeda terkait kasus pemerkosaan yang dilakukan Arnol menjelaskan keluarga besar mereka juga bersedia pelaku dihukum yang setimpal dengan perbuatannya.
“Kami selaku keluarga sangat tidak menerima perbuatannya (Pelaku) pada anak kandungnya yang masih dibangku Sekolah Dasar .Kalau bisa aparat penegak hukum polres SBD memberi hukuman penjara seumur hidup sesuai pelanggaran Undang-Undang PPA, kami sekeluarga yang lain tidak mau menerima lagi dia sebagai saudara dan kami anggap dia itu penjahat yang menghancurkan nama baik kami sekeluarga ,ungkap Agus mengakhiri perbincangan dengan awak media sambil meneteskan air mata kesedihannya .

Kronologi diketahui hamilnya rensi adalah ketika mama saudaranya,sebut saja Mama Rio yang berdomisili di Letekamou yang melihat langsung korban (EDM) selalu muntah dan hanya ingin makan mie ,sehingga menanyakan keadaan korban dan korban pun menceritakan keadaannya bahwa kala itu ayah kandungnya melakukan persetubuhan dengannya.Dari pengakuan rensi selaku korban dan keluarga Mama Rio dengan panik langsung membawa rensi kerumah sakit guna melakukan Visum.Dari hasil visum tersebut membuktikan rensi pada hamil jalan 2 bulan sehingga keluarga melaporkan pelaku pada aparat penegak hukum Polres SBD dan pelakunya pada (04/02/202) oleh siaga Anggota Polres Sumba Barat Daya berhasil membekuk pelaku dan mengamankan dirumah tahanan Polres SBD.

Iptu Bambang Irawan,SH selaku Kasad Reskrim yang dimintai tanggapannya mengatakan bahwa persoalannya masih didalami dan tetap diproses sesuai Undang-Undang PPA maksimal 15 tahun penjara.

Sementara,Kadek Nata selaku Kanit Reskrim Polres Sumba Barat Daya yang ditemui awak Media diruang kerjanya (05/02/2021) terkait kasus tersebut mengatakan bahwa kasus pemerkosaan yang dilakukan Arnoldus Dangga Meza terhadap anak kandungnya kami tetap proses hukum pelaku sesuai Pasal 23 Tahun 2004 tentang Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara : a. kekerasan fisik; b. kekerasan psikis; c. kekerasan seksual; atau d.penelantaran rumah tangga (isi Pasal tersebut),ungkap Kadek Nata…( EMAN LEDU)

Tinggalkan Balasan