PASOLAPOS.COM || Senin (10/8/2026) Bapa Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR,memimpin perayaan ekaristi dan memberkati serta meresmikan rumah ALMA (Asosiasi Lembaga Misionaris Awam) Puteri di Kaori, Waikabubak,Sumba Barat, NTT.
Sebelum perayaan ekaristi, dilaksanakan pengguntingan pita di pintu kapel oleh Bapa Uskup, pimpinan ALMA Putri Sr. Cicilia Suratmi ALMA, Sr.Risye ALMA, Rm.Astanto,CM (Pembimbing Rohani ALMA) ,Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali,S.S.M.H, Asisten 2 Kabupaten Sumba Barat Daya,drh.Octavianus Dapadeda,M.Si, mewakili Bupati Sumba Barat Daya.
Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, dr. Bonar Sinaga, mantan Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole, anggota DPRD Sumba Barat, Antonius Roni Putra Limu Nono dan undangan lainnya. Pada perayaan syukur itu, bapa uskup didampingi Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak, Rm.Konstantinus Nggajo, Pr dan sejumlah imam. Dimeriahkan anggota koor gabungan Katolik dan Protestan memberi warna tersendiri dalam nuansa persaudaraan yang mengesankan, dengan dirigen Erin Monteiro dan organis Agustinus Paulus Umbu Tali dari Paroki St. Dominikus de Guzman, Karuni. Paulinus Sukur pemandu acara tampil mantap memandu acara dari awal hingga usainya acara.
Pada perayaan ekaristi meriah yang dihadiri suster, bruder, umat, panitia, undangan ; bapa uskup berkotbah tentang pokok anggur mengacu pada Injil Yohanes. Bapa uskup mengatakan bahwa karya para suster ALMA dalam pelayanan pada kenyataan sementara kita alami sekarang punya andil membina komunitas anak-anak berkebutuhan khusus (disabilitas), boleh kita katakan suster-suster ALMA menunjukkan kenyataan mereka tinggal dalam kasih Kristus dan firman Allah ada dalam diri mereka , untuk membina anak-anak dengan mencurahkan kasih sayang.
Lanjut Bapa Uskup tepatlah waktu pemberkatan dan peresmian rumah ALMA Putri dengan peringatan Santo Laurensius . St. Laurensius martir di Roma hidup pada abad 3 Masehi , ia wafat pada 10 Agustus 258 setelah mempertahankan iman dan menyerahkan harta benda Gereja kepada kaum miskin. Bertugas mengurus aset, kekayaan Gereja, dan membagikan bantuan kepada kaum miskin. Kemartiran dan kisah tentang harta Gereja, membuat ia ditangkap dalam masa penganiayaan di bawah kepemimpinan Kaisar Romawi Valerianus tahun 258 M, dihukum mati dengan cara dipanggang di atas jeruji besi panas karena menolak perintah kaisar.
Dalam kaitan dengan pelayanan para suster, uskup mengatakan para suster mengangkat martabat anak-anak berkebutuhan khusus sejajar dengan kita yang lain sebagai putera-puteri Allah dan hidup dalam persaudaraan. Bapa uskup Edmund terkesan dengan Regina yang membacakan bacaan pertama dengan huruf brail sungguh luar biasa. Masing-masing kita diberi kelebihan dan kekurangan, bukan karena Allah punya kekurangan, tetapi Ia mengharapkan kita saling membantu satu sama lain untuk mengungkapkan kasih persaudaraan.
Di mana Kristus adalah pokok anggur dan kita adalah carangnya berusaha dapat berbuah banyak, apabila terlepas dari pokok anggur tidak dapat berbuah. Dan, Yesus menekankan pentingnya kita saling mengasihi satu sama lain. Dengan demikian suster-suster ALMA pun telah berbuah banyak ketika melayani anak-anak berkebutuhan khusus.
Usai perayaan ekaristi dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Ketua Panitia Bapak Tius Diaz Liurai,mengungkapkan perasaannya bahwa bersyukurlah kita karena telah ada sebuah rumah kasih bukan sekedar tempat tinggal bagi penghuninya tetapi menghadirkan rasa nyaman, cinta bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Ia berterimakasih kepada Bapak Uskup dan para donatur yang mendukung karya ALMA di Sumba Barat,Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Timur.
Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak, Rm. Konstaninus Nggajo, atas nama pribadi , panitia, dan umat paroki menyampaikan terima kasih kepada Bapa Uskup yang telah memberkati rumah ALMA putri, dan mengharapkan dukungan bapa uskup agar karya ALMA putra dan putri di Sumba berjalan dengan baik.
Terimakasih kepada pemerintah Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Timur,serta donatur yang memberi kontribusi bagi kepentingan anak-anak berkebutuhan khusus. Terimakasih kepada panitia dan umat dalam persiapan hingga pelaksanaan perayaan berjalan dengan baik dan sukses.
Pimpinan Umum ALMA Putri, Sr. Sicilia Suratmi ,ketika menyampaikan sambutan mengungkapkan :” Siapakah aku ini Tuhan sehingga Engkau mengutus aku dalam karya pelayanan ini”, sembari berterimakasih atas kasih yang luar biasa dari Allah terhadap karya pelayanan ALMA, serta mohon doa dari bapa uskup, para pastor dan teman-teman seperjuangan untuk karya pelayanan suster-suster ALMA di pulau Sumba.
Bapa Uskup Edmund saat menyampaikan sambutan mengatakan bangga dengan pelayanan suster-suster ALMA secara terang dan jelas dalam pemulihan martabat manusia, sesuatu yang luar biasa , kesediaan para suster layani kaum disabilitas membuat mereka sadar diri bahwa mereka adalah insan ciptaan Allah yang mulia. Bapa uskup saat sambutan menyampaikan pula hal lain bahwa belum lama ini ia menandatangani proposal untuk rumah singgah penderita kusta, dan ini menuntut pula keterlibatan dari kita.
Uskup pun berterima kasih kepada Romo Paulus Hendrikus Janssen,CM, penggagas dan pendiri ALMA dan Yayasan Bhakti Luhur yang peduli pada anak-anak disabilitas.
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade SH yang hadir bersama ibu Martha Dade-Bili Lalo, Ketua TP PKK Sumba Barat, saat sambutan bupati menyampaikan bahwa dua hari sebelum acara peresmian rumah ALMA Puteri di Kaori, Ketua PERKASIH (Persaudaraan Kasih) Bapak Tobias K. Kobun, Pimpinan ALMA Putri, Sr. Regina, dan anak-anak dari panti asuhan Bhakti Luhur Waikabubak berkunjung ke rumah jabatan, dan pada kesempatan tersebut anak-anak bernyanyi, nyanyian mereka menyentuh hati bupati, sampai ia meneteskan air mata.
Lanjut Bupati Yohanis bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat, khusus kelompok rentan dan penyandang disabilitas, merupakan tanggung jawab kita bersama baik itu Pemerintah, Gereja, komunitas lembaga sosial, keluarga, dan seluruh masyarakat. Dan atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Sumba Barat, bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada komunitas ALMA Putri atas karya pelayanan yang telah dihadirkan di tanah Pada Eweta Manda Elu yang sama-sama kita cintai.
Dengan adanya rumah ALMA putri tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga diberikan perhatian,pendampingan dan perawatan kasih sayang, serta ruang untuk anak-anak kembali merasakan bahwa mereka adalah pribadi yang berharga dan dicintai. Bupati berterima kasih kepada bapa uskup yang telah memberkati gedung megah, dan pemerintah daerah bangga serta apresiasi atas hadirnya rumah ALMA putri untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Usai sambutan , bapa uskup dan bupati menandatangani prasasti peresmian rumah ALMA putri,dilanjutkan dengan santap malam bersama. Perayaan syukur sudah usai tapi perjuangan merawat anak-anak berkebutuhan khusus belum usai. Proficiat ALMA Putri. ***
Catatan: Pendiri ALMA : didirikan oleh Romo Paulus Hendrikus Janssen,CM (Congregatio Missionis), seorang imam Katolik kelahiran Venlo, Belanda, 29 Januari 1922. Karya utama : mendirikan Lembaga Hidup bakti dan sekular ALMA serta Yayasan Bhakti Luhur yang berfokus pada pelayanan kaum miskin,anak-anak terlantar, penyandang disabilitas, dan mereka yang butuh pertolongan khusus di Indonesia.

